Senin, 14 Juni 2010

Bulan Rajab


Bulan Rajab




Kita telah memasuki bulan Rajab. Bulan Rajab adalah salah satu bulan yang mulia.

Bulan Rajab merupakan starting awal untuk menghadapi Bulan Suci Ramadhan. Subhanallah, Rasulullah saw. menyiapkan diri untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan selama dua bulan berturut sebelumnya, yaitu bulan Rajab dan bulan Sya’ban. Dengan berdoa dan memperbanyak amal shalih.

Do’a keberkahan di bulan Rajab. Bila memasuki bulan Rajab, Nabi saw. mengucapkan, “Allaahumma Baarik Lana Fii Rajaba Wa Sya’baana, Wa Ballighna Ramadhaana. “Ya Allah, berilah keberkahan pada kami di dalam bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.”

Keutamaan Bulan Rajab
Untuk menambah wawasan para pembaca semua, tulisan ini kami ambil dari beberapa tulisan dalam blog, semoga dapat diambil hikmahnya.
Keterangan yang muktamad tentang bulan Rajab adalah bahwa bulan itu termasuk bulan-bulan yang dihormati, atau dalam Al-Qur’an disebut sebagai Asyhurul Hurum, yaitu, Muharram Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab.
Dalam bulan-bulan tersebut, Alloh Subhaanahu wa Ta'aala melarang peperangan dan ini merupakan tradisi yang sudah ada jauh sebelum turunya syariat Islam. Alloh Subhaanahu wa Ta'aala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَات وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ وَقَاتِلُواْ الْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Alloh adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Alloh di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Alloh beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS At-Taubah: 36)
Dari para ulama kalangan mazhab Asy-Syafi'i Rohimahulloh, Imam An-Nawawi Rohimahulloh berkomentar tentang puasa sunnah khusus di bulan Rajab, "Tidak ada keterangan yang tsabit tentang puasa sunnah Rajab, baik berbentuk larangan atau pun kesunnahan.
Namun pada dasarnya melakukan puasa hukumnya sunnah (di luar Romadhon). Dan diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab Sunan bahwa Rasulullah Shollalloohu 'Alayhi wa Sallam menyunnahkan berpuasa di bulan-bulan haram, sedang bulan Rajab termasuk salah satunya.
Adapun tentang keutamaan bulan Rajab, kebanyakan ulama mengatakan bahwa dasarnya sangat lemah, bahkan boleh dikatakan tidak ada keterangan yang kuat yang mendasarinya dari sabda Rasulullah Shollalloohu 'Alayhi wa Sallam.
Sayangnya, entah bagaimana prosesnya, justru sebahagian kaum muslimin berpendapat bahwa bulan Rajab memiliki berbagai keutamaan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk melakukan ibadah-ibadah tertentu agar mereka dapat meraih fadhilah atau keutamaan tersebut.
Di antara contoh-contoh amalan-amalan yang sering dipercaya umat Islam untuk dilakukan pada bulan Rajab adalah:
1. Mengadakan shalat khusus pada malam pertama bulan Rojab.
2. Mengadakan shalat khusus pada malam Jum'at minggu pertama bulan.
3. Shalat khusus pada malam Nisfu Rajab (pertengahan atau tanggal 15 Rajab).
4. Shalat khusus pada malam 27 Rajab (malam Isra' dan Mi'raj).
5. Puasa khusus pada tanggal 1 Rajab.
6. Puasa khusus hari Kamis minggu pertama bulan Rajab.
7. Puasa khusus pada hari Nisfu Rajab.
8. Puasa khusus pada tanggal 27 Rajab.
9. Puasa pada awal, pertengahan dan akhir bulan Rajab.
10. Berpuasa khusus sekurang-kurang-nya sehari pada bulan Rajab.
11. Mengeluarkan zakat khusus pada bulan Rajab.
12. Umrah khusus di bulan Rajab.
13. Memperbanyakkan Istighfar khusus pada bulan Rajab.
Akan tetapi, semua pendapat tersebut tidak dapat dipegang, karena kalau kita jujur terhadap sumber-sumber asli agama ini, nyaris tidak satu pun amalan-amalan di atas yang berdasarkan kepada hadis-hadis yang Shohih.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Rodhiyalloohu 'Anh. dijelaskan bahwa Rasulullah Shollalloohu 'Alayhi wa Sallam apabila memasuki bulan Rajab beliau senantiasa berdo’a:
“Allohumma Baarik Lanaa Fii Rojab Wa Sya’baan Wa Ballighnaa Romadhon”
(Yaa Alloh, Anugerahkanlah kepada kami barokah di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan) (HR Ahmad dan Bazzar).
Sayangnya hadis ini menurut Ibnu Hajar tidak kuat. Sedangkan hadis-hadis yang lainnya yang berkaitan dengan keutamaan-keutamaan bulan Rajab, tak ada satu pun hadis yang dapat dijadikan hujjah. Misalnya hadits yang bunyinya:
“Rajab adalah bulan Alloh, Sya`ban adalah bulanku (Rasulullah Shollalloohu 'Alayhi wa Sallam ) dan Ramadhan adalah bulan ummatku”
Hadits ini oleh para muhaddits disebutkan sebagai hadits palsu dan munkar. Dr. Yusuf Al-Qaradawi menyebutkan bahwa para muhadditsin telah mengatakan kemungkaran dan kepalsuan hadits ini dalam fatwa kontemporer beliau.
Dalam kitab Iqthidha Shiratil Mustaqim, Ibnu Taimiyah Rohimahulloh berkata, “Tidak ada satu keterangan pun dari Nabi Shollalloohu 'Alayhi wa Sallam berkaitan dengan keutamaan bulan Rajab, bahkan keumuman hadis yang berkaitan dengan hal tersebut merupakan hadis-hadis palsu.” (Iqthidha Shirathil Mustaqim, 2/624)
Ibnu Hajar Al-Asqolani Rohimahulloh secara khusus telah menulis masalah kedho'ifan dan kemaudhu'an hadits-hadits tentang amalan-amalan di bulan Rajab. Beliau menamakannya: Taudhihul Ajab bi maa Warada fi Fadhli Rajab.“ Di dalamnya beliau menulis, “Tidak ada satu keterangan pun yang menjelaskan keutamaan bulan Rajab, tidak juga berkaitan dengan shaumnya, atau pun berkaitan dengan shalat malam yang dikhususkan pada bulan tersebut. Yang merupakan hadis shahih yang dapat dijadikan hujjah.”
Dengan demikian, sebenarnya tidak ada satu keterangan pun yang dapat dijadikan hujjah yang menunjukkan tentang keutamaan bulan Rajab. Baik itu berkaitan tentang keutamaan shaum di bulan tersebut, shalat pada malam-malam tertentu atau ibadah-ibadah yang lainnya yang khusus di lakukan pada bulan Rajab.
WAllohu a'lam bishshawab, Wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(Pendapat ditulis: oleh Sdr. Ahmad Sarwat, Lc.)

Jumat, 11 Juni 2010

Kelebihan hari Jum'at


Kelebihan hari Jum'at





Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sangat
memuliakan hari ini, menghormatinya, dan
mengkhususkannya untuk beribadah dibandingkan
hari-hari lainnya. Di antara keistimewaan hari Jum'at
adalah;

1. Ia adalah hari raya/ hari besar yang berulang

Maka tidak diperbolehkan puasa khusus pada hari itu,
tanpa didahului oleh puasa sebelum maupun sesudahnya,
Agar berbeda dengan Yahudi. Juga agar tubuh merasa
kuat untuk melaksanakan ibadah pada hari Jum'at
seperti shalat, do'a dan yang lainnya.





Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
"Sesungguhnya hari Jum'at adalah 'ied (hari raya),
maka jangan jadikan hari raya kalian untuk berpuasa,
kecuali bila kalian puasa sebelum dan sesudahnya".
(HR. Ahmad dalam al-Musnad 15/157, hadits 8012, syech
Ahmad Syakir mengatakan: sanadnya shahih.

2. Ia bertepatan dengan hari bertambahnya kenikmatan
di
sorga

Yaitu hari saat seluruh penghuni sorga dikumpulkan di
Lembah yang luas, dan dibuatkan bagi mereka
mimbar-mimbar dari mutiara, emas, dan mimbar dari
zamrud, dan permata diatas bukit pasir dari kasturi
mereka lalu melihat Allah Subhanahu Wata'ala, dengan
mata kepala mereka (nyata)..
Dan orang yang paling cepat bertemu dengan Allah
adalah mereka yang dulu juga bersegera datang ke
masjid, yang paling dekat dengan Allah pada hari itu,
adalah mereka yang dulu paling dekat (duduknya) dengan
imam (pada hari Jum'at). (Zaadul Ma'aad 1/ 63,64).

Dalam sebuah hadist panjang yang diriwayatkan oleh
Anas, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
bersabda, " ¡¦tidak ada kerinduan yang dirasakan oleh
penduduk sorga melebihi kerinduan mereka kepada hari
Jum'at, agar mereka dapat melihat Tuhannya Subhanahu
Wata'ala, dan kemulian-Nya. Karena itu, hari itu
disebut "yaumul mazid". (HR. Ibnu Abi Syaibah dan yang
lainnya, lihat shahih at-targhib wa at-tarhiib (1/291)
hadits 694.


3. Pada hari itu ada saat dikabulkannya do'a.

Yaitu saat dimana Allah akan memberikan apa saja yang
diminta oleh hamba-Nya yang muslim. Di dalam kitab
Shahih al-Bukhari Muslim terdapat sebuah hadits yang
diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallu 'anhu ia
berkata :
Rasullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
"Sesungguhnya pada hari Jumat ada waktu yang apabila
seorang muslim shalat bertepatan dengannya lalu ia
meminta kepada Allah maka akan dikabulkan permintaanya
" dan Rasullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
mengisyaratkan dengan tangannya bahwa waktu itu
sebentar. (HR.Bukhari{891}dan Muslim{879})

4. Membaca surat {aliflamim tanzil /surat
As-sajdah}dan{hal ata 'alal insan /surat Al-insan),
pada shalat subuh hari Jumat.

Rasullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga telah
melakukan hal tersebut {HR. Bukhori {891} dan
Muslim{879}}, Ibnu Taimiyah memberikan alasannya
dengan mengatakan :
"Sesungguhnya Rasullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
membaca surat ini pada shalat shubuh hari Jumat karena
di dalamnya terkandung penjelasan peristiwa yang telah
terjadi dan akan terjadi pada hari itu, kedua surat
ini mengandung penjelasan tentang peciptaan Adam,
tentang hari kebangkitan dan hari dikumpulkannya
manusia di padang mahsyar yang semua itu terjadi pada
hari jumat, membaca kedua surat ini pada hari Jumat
dapat mengingatkan manusia akan peristiwa yang telah
terjadi dan akan terjadi, sedangkan sujud tilawah pada
shalat ini hanya sebagai ikutan bukan dimaksudkan
sejak awal.

Ibnu al-Qayyim berkata : banyak orang yang tidak
mengerti mengira bahwa yang dimaksud dengan membaca
surat sajdah adalah pengkhususan sujud tambahan untuk
shalat fajar,dan mereka menamai sujud ini dengan sujud
Jum'at, jika seseorang tidak membaca surat sajdah maka
disunahkan membaca surat lain yang mengandung sujud.
{diantara ulama yang dapat dikutip pendapatnya
demikian adalah Ibrahim An-nakha'i, sebagaimana yang
dikatakan oleh Ibnu Hajar dari Ibrahim An-nakha'i
melalui sanad yang dikuatkan oleh Ibnu Abi Syaiba
bahwa Ibrahim An-nakha'i berkata, "Disunnahkan membaca
pada shalat shubuh hari jumat surat yang mengandung
sajdah." Melalui riwayat Ibnu Abi Syaibah juga bahwa
ia {Ibrahim An-nakha'i} telah membaca surat Maryam.}

Sedang melalui jalan Ibnu Aun ia berkata : mereka
membaca pada shalat subuh hari jumat surat yang
mengandung sajdah. Melalui riwayatnya ia menambahkan:
saya bertanya kepada Muhammad -Ibnu Sirin- tentang hal
itu { membaca surat yang mengandung sajdah} ia
menjawab : "tidak apa-apa."
Al-hafiz Ibnu Hajar mengatakan: hal ini telah
dilakukan sebagian ulama Kufah dan Basrah, maka
tidaklah pantas untuk mengatakanya batil { fathul
bahri 2/440}}.
Karena itu sebagian ulama memakruhkan membaca surat
sajdah terus-menerus pada sholat subuh hari jumat
untuk menghindari anggapan keliru orang-orang yang
tidak mengerti {Zadul Ma'ad {1/375}} lihat juga
pekataan Al-Hafiz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari{
/439,440}.



5. Disunnahkan untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi
Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada siang dan malam
harinya.

Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam, dari Anas:
"Perbanyaklah shalawat pada hari Jum'at dan malam
Jum'at." (HR Baihaqi dari Anas, dan dihasankan oleh
Arnauth, dan ia juga terdapat dalam Silsilah
al-Shahihah /1407).

Dan dari Aus Radhiallahu 'anhu dia mengatakan, bahwa
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bersabda:
"Sebaik-baik hari kalian adalah hari Jum'at: pada hari
itu Adam diciptakan, pada hari itu beliau diwafatkan,
pada hari itu sangkakala ditiup, pada hari itu manusia
bangkit dari kubur, maka perbanyaklah shalawat
kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan
diperlihatkan kepadaku", para shahabat bertanya:
"wahai Rasulullah, bagaimana diperlihatkan kepada
engkau sedangkan tubuh engkau sudah hancur (sudah
menyatu dengan tanah ketika sudah wafat), Beliau
menjawab: "sesungguhnya Allah Subhanahu Wata'ala
mengharamkan kepada bumi untuk memakan (menghancurkan)
jasad para Nabi". (HR, "al-Khamsah" kecuali
At-Tirmidzi, syech Al-bani mengatakan: sanadnya sahih,
kitab: "fadhlu ashalatu 'ala an-Nabi", hal 35).

Ibnu Al-qayyim berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam adalah sebaik-sebaik makhluk, hari Jum'at
adalah penghulunya hari, dan shalawat kepada Beliau
Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada hari ini (Jum'at)
adalah sebuah kekhususan untuk Beliau, di samping itu
ada hikmah lainnya bahwa setiap kebaikan yang
didapatkan oleh umat Beliau di dunia dan akhirat
adalah melalui tangan Beliau, maka Allah mengumpulkan
bagi umat Nabi Muhammad dua kebaikan dunia dan
akhirat, dan karamah yang paling besar yang mereka
dapatkan adalah pada hari Jum'at, karena pada hari itu
mereka dibangkitkan menuju rumah dan istana-istana
mereka di surga, hari Jum'at juga merupakan hari
penambahan kebaikan bila mereka masuk surga, hari
Jum'at merupakan hari raya buat mereka di dunia, pada
hari itu Allah Subhanahu Wata'ala, memenuhi permintaan
dan kebutuhan-kebutuhan mereka, yang meminta tidak
akan ditolak, demikianlah, mereka mengetahuinya dan
mendapatkannya karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam, maka bersyukur, berterima kasih kepadanya
dan memenuhi sedikit dari hak Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wasallam adalah dengan memperbanyak shalawat
kepada Beliau pada hari ini dan malamnya. (Zaadul
Ma'ad 1/376).

6. Disunnahkan membaca surat Kahfi pada hari Jum'at
dan malamnya.

Dari Abu Sai'id Al-Khudry, Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wasallam bersabda: "Orang yang membaca surat
Al-Kahfi pada hari Jum'at maka dia akan diterangi oleh
cahaya antara dua Jum'at" (HR. An-Nasai, al-Baihaqi,
dan Hakim, serta disahihkan oleh al-Albani dalam kitab
As-shahihah", 2651).

Dalam riwayatnya yang lain:
"Orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum'at,
akan muncul cahaya dari bawah kakinya menjulang sampai
ke langit yang meneranginya pada hari Kiamat, dan dia
akan diampuni antara dua Jum'at" (HR. al-Hakim,
al-Baihaqi, dan disahihkan oleh Arnauth, juga
diriwayatkan oleh Ad-Darimy dalam musnadnya (mauquf)
pada Abu Said dan para Rawinya seluruhnya terpercaya
(tsiqaat), dan seperti ini tidak mungkin berasal dari
pendapat mereka, jadi hukumnya adalah hukum "marfu'".
Dan ibnu Qayyim Rahimahullah mengatakan: Sa'id bin
mansyur menyebutkannya dari perkataan Abu Sa'id
al-khudry seperti itu juga (zaadul maad 1/378).
Ad-darimy meriwayatkannya dengan lafadz,
"Orang yang membaca surat kahfi pada malam Jum'at dia
akan diliputi cahaya antara dia dan baitul 'atiq."
{Disahihkan oleh syekh al-Albany dalam kitab "shahihul
jami' (6471)}.


7. Boleh shalat pada tengah hari (saat matahari tepat
diatas kepala) di hari Jum'at dan tidak boleh pada
hari-hari lainnya.

Ini adalah pendapat yang dipegang oleh Abu 'Abbas Ibnu
Taimiyah, berdasarkan hadits:
"Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum'at,
membersihkan badan dan bersuci, memakai minyak atau
memakai wewangian, kemudian dia keluar (untuk shalat
Jum'at), dia tidak memisahkan antara dua orang (tidak
duduk diantara dua orang yang sudah duluan duduk,
dengan memisahkan dua orang tersebut-pent), kemudian
dia shalat sesuai dengan yang disyari'atkan, kemudian
dia diam ketika Khatib berkhutbah, kecuali orang
tersebut akan diampuni dosanya antara Jum'at tersebut
dengan Jum'at yang akan datang. (HR. Bukhari, 2 /
308,309).
Ibnu Qayyim mengatakan: dia boleh shalat sesuai yang
telah dianjurkan, tapi dia tidak dianjurkan shalat
ketika Imam telah keluar dari tempatnya untuk
berkhutbah. (Zaadul Ma'ad, 1/378).

8. Perbuatan baik yang dilakukan pada hari itu
mendapat balasan khusus, dibandingkan hari-hari yang
lainnya.

Dari Abu Sa'id al-Khudry ia mengatakan, Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Lima perbuatan (amal), bila dilakukan oleh seseorang
dalam suatu hari, Allah Subhanahu Wata'ala akan
menulisnya sebagai penghuni sorga: menjenguk orang
sakit, melayat jenazah, berpuasa satu hari, menunaikan
shalat Jum'at, dan memerdekakan budak". (HR, Ibnu
Hibban dalam shahihnya, 713, dan dishahihkan oleh
al-Albany dalam kitab "Silsilatu Al-Ahadits
As-Shahihah" (As-shahihah)

Ibnu Qayyim mengatakan,
"Yang ke dua puluh tiga: hari Jum'at adalah hari yang
disunnahkan padanya meluangkan waktu untuk beribadah,
ia mempunyai keistimewaan dibandingkan hari-hari yang
lainnya dengan berbagai macam ibadah yang wajib maupun
yang sunnah, Allah Subhanahu Wata'ala telah menjadikan
bagi setiap millah (agama) satu hari khusus untuk
beribadah, dengan mengeyampingkan urusan duniawi,
sedang hari Jum'at adalah hari ibadah, ia dibandingkan
hari-hari yang lainnya seperti bulan Ramadhan
dibandingkan bulan-bulan lainnya dan didalamnya
terdapat saat dikabulkannya semua permohonan, bagai
malam lailatur qadar, karena itu orang yang benar
Jum'atnya dan selamat, maka akan selamat hari-harinya,
orang yang benar ramadhannya dan selamat, maka akan
selamat tahun-tahun yang dilaluinya, orang yang benar
ibadah hajinya dan selamat, maka akan selamat
sisa-sisa umurnya. Hari Jum'at merupakan barometer
mingguan, Ramadhan barometer tahunan, dan ibadah haji
adalah barometer kehidupan¡¦" (Zaadul Ma'ad 1/398).

Dalam kesempatan yang lain, beliau menyebutkan:
"Yang ke dua puluh lima: bersedekah pada hari itu
punya kekhususan dibanding hari-hari yang lainnya,
seperti kekhususan bersedekah pada bulan Ramadhan
dibanding bulan-bulan yang lainnya. Saya menyaksikan
syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -semoga Allah mensucikan
jiwanya- bila hendak berangkat melaksanakan ibadah
Jum'at, beliau membawa roti dan yang lainnya yang ia
miliki, kemudian beliau menyedekahkannya secara
diam-diam ¡¦Zaadul Ma'ad 1/407).

Dan disebutkan dalam kitab al-Mushannaf, dari Ibnu
'Abbas dari Ka'ab tentang hari Jum'at:
"dan sedekah pada hari itu paling mulia¡¦ibandingkan
dengan hari-hari yang lainnya." (Almushannaf 5558,
Arnaauth mengatakan perawinya orang-orang yang
terpercaya (tsiqaat), dan isnadnya shahih).

9. Pada hari itu akan terjadi hari kiamat, alam
semesta akan digulung dan dunia akan hancur, manusia
akan dibangkitkan, dan digiring ketempat mereka di
sorga atau neraka, pada hari ini seluruh makhluk
merasa takut kecuali manusia dan jin.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam bersabda:
"Sebaik-baik hari selama matahari masih terbit adalah
hari Jum'at, pada hari itu Adam diciptakan, diturunkan
ke bumi, pada hari itu tobatnya diterima, dan pada
hari itu beliau diwafatkan, pada hari itu kiamat akan
terjadi, tidak ada satu-pun makhluk melata di muka
bumi kecuali bersuara pada hari Jum'at dari mulai
subuh sampai terbitnya matahari mereka takut (was-was)
akan terjadinya kiamat, kecuali manusia dan jin¡¦.
(HR. Abu Daud 1046, At-Tirmidzi 491, An-Nasa'i 1430,
disahihkan oleh Arnauth dan yang lainnya.

10. Orang yang berjalan untuk sholat Jum'at akan
mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan
pahala ibadah satu tahun shalat dan puasanya.

Hal ini berdasarkan hadits Aus bin Aus ra, ia berkata:
Rasulullah saw bersabda:


"Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera
berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan
kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia
ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu
tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah".
(HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh
Ibnu Huzaimah).

11. Neraka jahannam dinyalakan setiap hari, kecuali
hari Jum'at, sebagai penghormatan terhadap hari ini.
(Zadul Ma'ad: 1/387).

12. Wafat pada malam hari Jum'at atau siangnya adalah
tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah
(azab) kubur.

Diriwayatkan oleh Ibnu Amru ra, bahwa Rasulullah saw
bersabda:


"Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum'at atau
malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari
fitnah kubur". (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih
oleh Al-Bani).

13. Hari Jum'at merupakan hari "As-Syahid",

Allah Subhanahu Wata'ala bersumpah dengannya, dalam
surat Al-Buruuj ayat:3.


Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, dan hari
yang dijanjikan, dan yang menyaksikan dan yang
disaksikan. (QS. Al-Buruuj (85):1-3)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Al-yaumul mau'ud adalah hari kiamat, al-yaumul
mayshuud adalah hari 'arafah dan As-Syahid adalah hari
Jum'at. (HR At-Tirmidzi 3336 dalam kitab at-Tafsir,
beliau berkomentar bahwa hadits ini adalah hadits
hasan gharib, yang hanya berasal dari Musa bin
'Ubaidah, ia didhaifkan oleh Yahya bin Said dan yang
lainnya).

14. Shalat Jum'at

Ia merupakan keistimewaan yang paling agung untuk hari
ini.
Ibnu al-Qayyim mengatakan:
"Keistimewaan yang ketiga adalah: shalat Jum'at, salah
satu kewajiban yang amat penting dalam Islam dan
merupakan salah satu momen besar berkumpulnya kaum
muslimin, lebih besar dari momen-momen yang lainnya
kecuali momen 'Arafah. Orang yang meninggalkannya
karena menganggap enteng dan malas-malasan, Allah akan
mencap dan menutup hatinya, dan dekatnya penghuni
sorga pada hari kiamat dari Allah Subhanahu Wata'ala,
dan kemenangan mereka untuk datang pada yaumul mazid
tergantung kepada dekatnya orang tersebut pada hari
Jum'at dari Imam serta kesegeraan datangnya ke
masjid." (zaadul ma'ad 1/376)

Kamis, 10 Juni 2010

Mengapa membaca al Qur'an ketika kita tidak mengerti artinya?

Mengapa membaca al Qur'an ketika kita tak mengerti artinya?

Tulisan ini diambil dari blog Sdr.ALHABIB, dengan harapan kita tidak bosan-bosan membaca al Qur'an.
Baru saja saya membaca sebuah tulisan pada secarik kertas yang tertempel pada dinding kantor teman saya. Sebuah tulisan tua dari internet. Mungkin sebagian pengunjung sudah pernah membacanya, namun merupakan temuan baru bagi saya. Judulnya adalah: Why do we read quran, even when we do not understand even a single arabic word? Sebuah tulisan indah yang amat menyentuh hati yang saya coba terjemahkan dengan judul di atas: Mengapa membaca al Qur’an ketika kita tak mengerti artinya?

Alkisah, hiduplah seorang muslim tua bersama seorang cucunya di sebuah pegunungan di bagian timur Kentucky, Amerika. Sang kakek biasa membaca Qur’an selepas sholat shubuh setiap hari. Sang cucu berusaha meniru setiap tingkah laku kakeknya.

Suatu hari, ia bertanya: “Kek! Aku berusaha membaca Qur’an seperti dirimu tetapi aku tidak mengerti isinya. Jikapun ada sedikit yang kupahami, ia akan terlupakan setiap kali aku menutup kitab itu. Lalu, apa gunanya aku membacanya?”

Dengan perlahan sang kakek membalikkan badan dan berhenti dari memasukkan batu bara ke dalam tungku pemasak. Ia menjawab: “Ambillah keranjang ini, bawalah ke sungai di bawah sana dan bawakan untukku sekeranjang air!”

Sang cucu membawa keranjang hitam penuh jelaga batu bara tersebut ke sungai dan mengambil air. Namun air itu telah habis menetes sebelum sampai ke rumah. Sang kakek tertawa dan meminta sang cucu agar mencobanya sekali lagi: “Mungkin engkau harus lebih cepat membawa airnya kemari.”

Sang cucu berusaha berlari, namun tetap saja air itu lebih cepat keluar dari keranjang sebelum sampai ke rumah. Dengan terengah-engah ia pun mengatakan kepada sang kakek bahwa tidak mungkin mengambil air dengan keranjang. Sebagai gantinya ia akan mengambil air dengan ember.

“Aku tidak perlu satu ember air, yang kuinginkan adalah sekeranjang air!” jawab sang kakek. “Kau saja yang kurang berusaha lebih keras,” timpal sang kakek sambil menyuruhnya mengambil air sekali lagi. Sang kakek pun pergi ke luar rumah untuk melihat usaha sang cucu.

Kali ini sang cucu sangat yakin bahwa tidak mungkin membawa air menggunakan keranjang. Namun ia berusaha memperlihatkan kepada sang kakek bahwa secepat apapun ia berlari, air itu akan habis keluar dari keranjang sebelum ia sampai ke rumah. Kejadian yang sama berulang. Sang cucu sampai kepada kakeknya dengan keranjang kosong. “Lihatlah Kek! Tidak ada gunanya membawa air dengan keranjang.” katanya.

“Jadi, kau pikir tidak ada gunanya?”, sang kakek balik bertanya. “Lihatlah keranjang itu!” pinta sang kakek.

Ketika sang cucu memperhatikan keranjang itu sadarlah ia bahwa kini keranjang hitam itu telah bersih dari jelaga, baik bagian luar maupun dalamnya, dan terlihat seperti keranjang baru.

“Cucuku, demikianlah yang terjadi ketika engkau membaca al Qur’an. Engkau mungkin tidak mengerti atau tidak bisa mengingat apa yang engkau baca darinya. Namun ketika engkau membacanya, engkau akan dibersihkan dan mengalami perubahan, luar maupun dalam. Itulah kekuasaan dan nikmat Allah kepada kita!”

Sabtu, 05 Juni 2010

Optimalkan Otak......


Otak Kanan Dulu, Baru Otak Kiri

Tak bisa dipungkiri kalau aktivitas utama ngeblog itu ya menulis. Dan menurut saya menulis itu pekerjaan yang gampang-gampang susah (atau susah-susah gampang). Kalau lagi in the mood alias kebanjiran ide, kita bisa menulis kayak orang kesetanan. Tapi begitu mandek, bisa-bisa sebulan ga ada nulis postingan. Mas Jonru dalam bukunya yang berjudul “Menerbitkan Buku Itu Gampang” memberi sebuah tips yang menurut saya oke banget. Gunakan otak kanan dulu, baru otak kiri.

Seperti yang kita ketahui, otak kanan merupakan gudangnya kreativitas dan spontanitas. Sedangkan otak kiri adalah otak yang suka menganalisis dan banyak pertimbangan. Jadi ketika mulai menulis biarkan otak kanan dulu yang bekerja. Jangan menggunakan aturan ini itu, musti gini musti gitu. Tak perlu memperhatikan tata bahasa dan aturannya. Yang penting tulis dulu sampai selesai. Setelah itu istirahatkan otak kanan dan barulah giliran otak kiri yang bekerja. Mulailah memperhatikan tata bahasa yang sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan bacalah keseluruhan tulisan untuk memperhatikan hubungan antar kalimat secara utuh.

Ada sebuah test menarik yang saya ambil dari situs The Daily Telegraph, sebuah test yang menguji otak mana yang sedang Anda gunakan. Coba perhatikan gambar penari di bawah ini. Apakah Anda melihat penari tersebut berputar searah jarum jam? Ataukah malah sebaliknya?

Apabila Anda melihatnya berputar searah jarum jam, berarti Anda lebih banyak menggunakan otak kanan Anda, begitu juga sebaliknya. Nah setelah itu fokus dan cobalah merubah arah putaran untuk memberikan kesempatan kepada bagian lain otak Anda untuk bekerja. Ayo… Anda pasti bisa! :)

Kanan… Kiri… Kanan… Kiri… Kanan… Kiri…

Diambil dari blogg: andaka.com

Bangkitkan Tenaga Dalam


1. Nafas perut

Tekniknya tarik nafas lewat hidung, perut ikut mengembang…buang halus lewat hidung sambil perut dikempiskan sekempis-kempisnya. Agak ditekan sedikit ke dalam. Gak perlu tahan nafas, otomatis antara tarikan dan buang nafas ada jeda barang sedetik sih. Inget untuk selalu rileks…gak perlu pakai konsentrasi berlebihan, tp cukup pindahkan perhatian pikiran ke perut. Posisinya bisa duduk atau bersila. Sebisa mungkin jangan bersandar. Lakukan min sepuluh menit. Kalau dasarnya udah kuat entar ada hawa hangat di perut. Kalau dilakukan semakin lama ntar atmosfir udara di sekeliling loe berubah jd sejuk, agak2 dingin malah.
2. Nafas dada
Tarik nafas lewat hidung, dada yang mengembang/naik. Usahakan posisi perut tetap rata, jd udara gak terlalu banyak masuk ke perut. Tahan senyaman mungkin. Idealnya minimal 3 detik. Semakin lama semakin bagus, tp yang terpenting sesuai kesanggupan…loe ngerasa nyamannya berapa lama. Buang halus lewat mulut. Otomatis dada ikut mengempis. Usahakan semua otot tubuh rileks. Cukup pindahkan perhatian pikiran ke dada. Lakukan minimal 10 menit juga. Kalau ada rasa hangat di dada pertahankan fokus perhatian ke rasa hangat td.
3. Nafas diafragma
Tarik nafas lewat hidung, tp dada + perut sama2 ikut mengembang. Pindahkan fokus perhatian ke ulu hati. Biasanya ada sedikit terasa tekanan di daerah ulu hati. Tahan senyaman mungkin, lalu buang halus lewat mulut sambil mengempiskan dada+perut. Tetap rileks…Lakukan minimal 10 menit juga.

Jd urutan latihan seperti diatas, nafas perut, lalu pindah ke nafas dada, lalu langsung pindah ke nafas diafragma. Usahan perpindahan antar tiap nafas sesmooth mungkin, and tanpa putus. Setelah kelar, lakukan lg nafas perut dengan santai…fokuskan perhatian ke area solar plexus (antara pusar dan perut bawah). Lakukan sampai terasa hawa hangat di area ini, kalau terasa teruskan nafas perut minimal 5 menit lg. Kalau tidak terasa hawa hangat, cukup lakukan nafas perut sampai suhu tubuh normal atau hawa disekeliling menjadi sejuk. (umumnya dalam proses latihan td suhu tubuh meningkat sampai mengeluarkan keringat yang cukup banyak).
Ini harus dilakukan, untuk menyimpan tenaga dalam yang sudah bangkit td di solar plexus…

Setelah itu duduk/bersila, posisikan kedua telapak tangan di atas lutut dengan telapak tangan menghadap keatas. Niatkan menyerap energi alam dan ditampung di tangan td. Dengan berniat otomatis otak mengirimkan perintah ke tubuh untuk mempersiapkan diri menyerap energi. Setelah itu rasakan dikedua telapak tangan….ada sensasi energi tidak? Kalau ada cukup pertahankan fokus perhatian ke kedua telapak tangan, sampai terasa berat/hangat sekali. Bayangkan energi yang diserap td tertampung di kedua tangan dan membentuk bola energi…..Setelah cukup (pakai intuisi bro…) masukkan ke tubuh melalui ubun2. Caranya angkat kedua telapak tangan yang sudah ada bola energinya td ke atas ubun2…lalu gerakkan ke arah belakang kepala sambil berniat/membayangkan energi masuk dan menyebar ke seluruh tubuh. Ulangi min 5 kali….

Untuk yang tidak merasakan sensasi energi di telapak tangan pada saat melakukan penyerapan energi alam ini, silakan lakukan latihan kepekaan dasar berikut:

1. Gosok2 kan kedua telapak tangan perlahan-lahan, kemusian semakin lama semakin cepat sampai kedua telapak tangan terasa panas.
2. Setelah terasa panas, pisahkan kedua tangan dalam jarak +/- 25-30 cm, dalam posisi saling berhadapan di depan dada.
3. Fokuskan perhatian ke ruang kosong antara kedua telapak tangan, rasakan sensasi gelombang elektromagnetic yang terjadi.
4. Apabila terasa sensasi energi yang cukup kuat, jauhkan jarak antara kedua telapak tangan perlahan-lahan sambil tetap merasakan sensasi energi yang ada.
5. Tahan jarak kedua telapak tangan sampai maksimal +/- 60 cm. Kemudian dekatkan lagi perlahan-lahan.
6. Ulangi langkah 1-5 diatas beberapa kali.

Tips:

-Lakukan serileks mungkin, gak perlu terlalu dipaksakan. Tahan nafasnya cukup senyaman mungkin…sekuat loe deh! Kalau gak kuat 10 menit tiap nafas, boleh 5 menit-5 menit dulu…
-Usahakan pakai baju yang agak longgar, jangan memakai aksesoris apapun (jam tangan, cincin dll)
-Untuk latihan nafas lakukan dengan mata terbuka..untuk menghindari ada pengejangan di area otot wajah dan kepala, sehingga energi latihan tdk banyak yang tersalur ke area kepala dl…
-Untuk penyerapan energi alam bs dilakukan dalam kondisi mata tertutup, dan lakukan dengan pernafasan biasa atau nafas perut..(silahkan pilih yang lebih nyaman & rileks)

Warning :
- Untuk teknik Latihan Pernafasan Jangan disatukan, dimodifikasi dengan teknik latihan lain walaupun mirip. Pada teknik selanjutnya akan ada teknik membuka jalur energi yang apabila dikombinasikan bukan dengan teknik pernafasan diatas akan berakibat buruk bagi kesehatan.

Buku Tambo Minangkabau


Judul buku:
TAMBO MINANGKABAU, Budaya dan Hukum Adat
di Minangkabau

Penulis:
Ir. Edison M.S, SH, M.Kn
Nasrun Dt. Marajo Sungut

Kertas isi: HVS 70 gr.
Cover: Artpaper 270 gr.
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Jumlah hal.: xvi + 360 halaman

ISBN: 978-979-18327-1-7

Harga: Rp 60.000,-

Diterbitkan oleh:
Penerbit Buku Alam Minangkabau
”Kristal Multimedia”
Jln. Mangga No.5 Tangah Jua. Telp./Fax: (0752) - 33768
Bukittinggi 26131 - Sumatera Barat

ADAT MINANGKABAU salah satu dari budaya bangsa Indonesia, salah satu dari sembilan belas kelompok masyarakat hukum adat yang tercatat dalam hasil penelitian Profesor Van Vollen Hoven, peneliti keturunan Belanda. Karakteristik Budaya dan Hukumnya yang berbeda dari hukum adat lainnya (dengan tata kehidupan masyarakat Matrilinial), sangat menarik untuk dipelajari dan didalami oleh para peneliti Hukum Adat, bukan saja nasional tetapi juga dunia Internasional.
Membahas dan mendalami Budaya dan Hukum Adat Minangkabau berarti membawa kita kepada langgam masyarakat Melayu yang ungkapan bahasanya banyak dalam bentuk pepatah-petitih, pantun, mamang, peribahasa, kiasan-kiasan, yang tidak hanya diartikan secara eksplisit tetapi juga secara inplisit, personifikasi dari raso jo pariso sebagai tolok ukur budi bahasa pada masyarakat Minang itu sendiri. “Sungguhpun kawat yang dibentuk tapi ikan di laut yang dihadang”.
Penulis dalam buku ini mencoba mendeskripsikan Budaya dan Hukum adat di Minangkabau untuk dapat disimak dan dipahami secara konprehensif oleh para pembaca, baik budaya yang terus dipelihara di Ranah Minangkabau ataupun hukum-hukum adat yang tetap dipertahankan kelestariannya oleh segenap anak kemenakan Minang itu sendiri, baik yang masih tetap tinggal di tanah leluhur maupun yang meninggalkan tanah kelahiran menuju perantauan, adat yang tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk karena hujan. Sejarah para leluhur masyarakat Minang, kerajaan-kerajaan yang pernah memerintah di Ranah Minang, hak mewaris terhadap sako dan harta pusaka, sistem pengangkatan anak (adopsi) beserta hak dan kewajibannya, tata cara pengangkatan penghulu, syarat-syarat serta hak dan kewajiban penghulu, larangan dan pantangan bagi penghulu adat, mamak kepala waris, tanah ulayat, dikupas tuntas oleh penulis dalam buku ini.

**************************

******************************************
Seandainya buku ini tidak tersedia di toko buku silahkan pesan/konfirmasi lewat
no. 085965808124
Judul lain yang sudah terbit dapat dilihat di link: http://kristalmultimedia.blogspot.com

Buku Tambo Alam Minangkabau


Judul buku:
TAMBO ALAM MINANGKABAU, Tatanan Adat Warisan Nenek Moyang Orang Minang

Penulis:
Ibrahim Datoek Sanggoeno Diradjo

Kertas isi: HVS 70 gr.
Cover: Artpaper 270 gr.
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Jumlah hal.: xvi + 384 halaman

ISBN : 978-979-18327-0-0

Harga: Rp 60.000,-

Diterbitkan oleh:
Penerbit Buku Alam Minangkabau
”Kristal Multimedia”
Jln. Mangga No.5 Tangah Jua
Telp./Fax: (0752) - 33768
Bukittinggi 26131 - Sumatera Barat

ADAT dapat berjalan dengan baik kalau ada yang mempertahankannya. Adapun yang dapat mempertahankan adat tersebut adalah orang-orang yang menjadi pemilik adat itu sendiri serta petunjuk-petunjuk yang mengatur adat itu sehingga dapat dijaga dan dievaluasi perjalanannya.
Tatanan Adat Minangkabau diyakini dapat menjadikan masyarakatnya menjadi orang-orang yang berakhlak, berbudi pekerti yang luhur, menghindari segala sesuatu yang melanggar ketentuan adat kesopanan seperti berbuat maksiat, berjudi, merampok dan lain-lain perbuatan yang akan mengganggu harga diri keluarga. Apabila adat itu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari Insya Allah dapat memberikan keselamatan dan kesentosaan bagi masyarakatnya.
Adat Nan Sabana Adat merupakan adat Minangkabau yang paling asli yang menjadi dasar penyusunan untuk tingkat adat di bawahnya. Adat ini didasarkan kepada ajaran agama ciptaan Yang Maha Kuasa dan ajaran alam (Alam takambang jadi guru) sehingga akhirnya menjadi falsafah hidup orang Minang:
“Adat basandi syarak, Syarak basandi Kitabullah
Syarak mangato, Adat mamakai.”

**************************

*********************************
Sekiranya buku ini tidak tersedia di toko buku silahkan pesan/konfirmasi ke
No. 085965808124

Buku Tambo Alam Minangkabau


Judul buku:
TAMBO ALAM MINANGKABAU, Tatanan Adat Warisan Nenek Moyang Orang Minang

Penulis:
Ibrahim Datoek Sanggoeno Diradjo

Kertas isi: HVS 70 gr.
Cover: Artpaper 270 gr.
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Jumlah hal.: xvi + 384 halaman

ISBN : 978-979-18327-0-0

Harga: Rp 60.000,-

Diterbitkan oleh:
Penerbit Buku Alam Minangkabau
”Kristal Multimedia”
Jln. Mangga No.5 Tangah Jua
Telp./Fax: (0752) - 33768
Bukittinggi 26131 - Sumatera Barat

ADAT dapat berjalan dengan baik kalau ada yang mempertahankannya. Adapun yang dapat mempertahankan adat tersebut adalah orang-orang yang menjadi pemilik adat itu sendiri serta petunjuk-petunjuk yang mengatur adat itu sehingga dapat dijaga dan dievaluasi perjalanannya.
Tatanan Adat Minangkabau diyakini dapat menjadikan masyarakatnya menjadi orang-orang yang berakhlak, berbudi pekerti yang luhur, menghindari segala sesuatu yang melanggar ketentuan adat kesopanan seperti berbuat maksiat, berjudi, merampok dan lain-lain perbuatan yang akan mengganggu harga diri keluarga. Apabila adat itu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari Insya Allah dapat memberikan keselamatan dan kesentosaan bagi masyarakatnya.
Adat Nan Sabana Adat merupakan adat Minangkabau yang paling asli yang menjadi dasar penyusunan untuk tingkat adat di bawahnya. Adat ini didasarkan kepada ajaran agama ciptaan Yang Maha Kuasa dan ajaran alam (Alam takambang jadi guru) sehingga akhirnya menjadi falsafah hidup orang Minang:
“Adat basandi syarak, Syarak basandi Kitabullah
Syarak mangato, Adat mamakai.”

**************************

*********************************
Sekiranya buku ini tidak tersedia di toko buku silahkan pesan/konfirmasi ke
No. 085965808124

Pituah Imam Syafe'i



1. Perbanyaklah Amal Kebaikan

Nafsuku padam tatkala ubun-ubunku menyala. Malamku gelap gelita ketika bintang bersinar terang. Wahai burung hantu yang hinggap di atas ubun-ubunku! Ketika burung gagak terbang dariku, kau kunjungi daku dan kau lihat tubuhku semakin rapuh. Memang setiap tempat yang kau kunjungi bererti itulah tempat-tempat kerapuhan.

Masihkah dapat kunikmati manisnya hidup, meskipun rambutku semakin menipis dan ubanku semakin menyebar, sulit untuk disemir ? Ketika usia senja seseorang telah datang dan rambutnya semakin memutih, hendaknya dia segera menumpas keseronokan serta kekejian hari-harinya dengan kebaikan.

Tinggalkanlah perkara-perkara yang buruk ! Kenapa hal itu haram dilakukan oleh orang yang bertaqwa. Dan tunaikanlah zakat atas kedudukan atau jawatanmu, kerana zakat tersebut sama dengan zakat harta bila telah sampai nisabnya.

Berlaku baiklah kepada orang lain. Kerana dengan begitu, kelak engkau akan dapat menguasai manfaat kepada orang lain.

Jangan berjalan di atas bumi dengan penuh keangkuhan. Ketahuilah bahawa tidak lama lagi bumi ini akan menelanmu.

Barangsiapa sedang mencicipi dunia, di situlah aku pernah merasakan pahit getirnya kehidupan. Bagiku dunia adalah tipu daya dan penuh berisi kedustaan, bagaikan fatamorgana di tengah padang sahara. Dunia tidak ubahnya bagaikan bangkai-bangkai busuk yang hanya anjing-anjing kelaparan yang mahu mendekatinya. Jika engkau menjauhi dunia, kelak engkau akan terselamat dari kekotorannya. Tapi, jika engkau dekati dunia, maka engkau akan diserang oleh anjing-anjingnya.

Berbahagialah orang-orang yang kukuh asas imannya dan menutup diri dalam kesucian jiwa.

2. Akhlak Yang Baik

Jika aku dicaci maki oleh orang yang hina, itu petanda bahawa darjatku akan bertambah. Kerana tidak akan muncul keaiban kecuali akibat perbuatan seseorang. Jika jiwaku belum menjadi mulia atas dunia akan kutetapkan ia di kalangan orang-orang yang hina. Jika semua usahaku kuniatkan hanya untuk kepentinganku sendiri, maka engkau akan menemukan diriku memiliki banyak kesempatan untuk itu. Tetapi, aku berusaha melakukan sesuatu untuk kepentingan kawan-kawanku. Sungguh merupakan suatu cela atas orang yang kenyang, sementara dia membiarkan kawan-kawannya kelaparan.

Suatu ketika aku pernah mendapat penghinaan dari orang bodoh, namun aku tidak menganggapinya. Dia semakin bodoh, dan aku semakin bijak. Ibarat batang kayu cendana, semakin hangus dibakar, semakin harum baunya. Jika orang-orang bodoh bertutur kata di depanmu, janganlah engkau tanggapi ! Sebaik-baik tanggapan untuk mereka adalah dengan bersikap diam. Jika kau berbicara di hadapan mereka, janganlah sampai terbawa arus pendapat yang diciptakan mereka. Dan jika kau berpaling dari mereka, wajah mereka akan tampak pucat pasi.

3. Jiwa Yang Kerdil

Diriwayatkan oleh Abdullah Al-Asbahani dari Abu Nashr dari Abu Abdillah yang mengatakan bahawa pernah mendengar Imam As-Syafi’e berkata :

“Tumpukan wang dapat membuat orang-orang yang sebelumnya membisu menjadi banyak bicara. Hati mereka tidak pernah mengenali kelebihan orang lain, dan tidak tahu darjat kemuliaan mereka sendiri”

4. Jiwa Yang Mulia

Tercabutnya gigi, seksa di penjara, tercabutnya jiwa, ditolaknya cinta, sejuk yang mencengkam, hukuman gantung, menyamak kulit binatang tanpa sinaran matahari, memakan daging, memburu burung, menanam biji di tanah yang gersang, memadamkan kobaran api, menanggung malu, menjual rumah dengan harga murah, menjual kasut, dan menghadapi keganasan cambukan rotan, semuanya itu masih lebih meminta belas kasihannya.

5. Tiga Penyebab Datangnya Penyakit

Terdapat tiga perkara yang dapat merosak manusia di samping juga dapat menyebabkan orang sihat menjadi sakit. Iaitu membiasakan minum minuman keras , terlalu banyak bersenggama, dan terburu-buru memasukkan makanan ketika di mulut masih ada makanan.

Mestikah kutaburkan permata ke hadapan domba-domba bodoh, atau mestikah aku bersajak di depan pengembala kambing-kambing ?

Sungguh ! Jika hidupku terlantar di negeri ini, aku akan memanfaatkan kata mutiara yang keluar dari penghuninya.

Jika Allah masih menganugerahi aku dengan kasihnya, akan kutemukan orang-orang pandai dan bijak.

Akan kusebarkan ilmuku, dan kumanfaatkan kecintaan mereka. Jika tidak, maka ilmuku akan selalu ku simpan.

Barangsiapa mengajari orang bodoh, akan sia-sia. Barangsiapa melarang orang lain yang berhak mendapat ilmu, zalimlah dia.

6. Meruntuhkan Kehormatan Orang Lain

Wahai orang yang telah menghancurkan kehormatan orang lain, dan yang memutuskan tali kasih sayang, kau akan hidup penuh kehinaan. Jika engkau orang merdeka dan dari keturunan orang yang baik-baik, pastilah engkau tidak akan menodai kehormatan orang lain.

Barangsiapa pandai menimbang orang lain, tentu orang lain akan menimbang dirinya dengan segenap kebaikannya. Cukup sudah bagiku pengajaran dari guruku.

7. Buruk Sangka

Prasangka selalu buruk dan prasangka buruk itu sumber fitnah. Ketika seseorang melemparkan tuduhan dalam keadaan lapar, ia hanya mengungkapkan prasangka baik dan ucapan yang enak didengar.

8. Terimalah Maaf Dengan Tulus

Terimalah permintaan maaf sahabatmu yang melakukan kesalahan, baik ia jujur mengatakannya kepadamu ataupun tidak. Dengan begitu bererti telah taat kepadamu orang yang engkau terima dari segi lahirnya sahaja. Dan telah membuatmu mulia orang yang bermaksiat kepadamu secara sembunyi-sembunyi

9. Permintaan Maaf Sebagai Penebus Dosa

Dikatakan kepadaku “Si polan telah membuatku sedih”. Padahal merupakan suatu cela bila seorang pemuda diperhatikan. Ku jawab : “Dia telah datang kepadaku untuk meminta maaf. Dan menurutku permintaan maafnya merupakan penebus dosanya.”

10. Diam Membawa Keselamatan

Banyak orang berkata : “Mengapa engkau diam padahal engkau dimusuhi ?” Aku katakan kepada mereka : Menanggapi sesuatu permusuhan sama dengan melakukan kejahatan. Bersikap diam dalam menghadapi orang bodoh atau orang yang gila merupakan kebajikan jiwa. Di dalam sikap diam juga terdapat penjagaan bagi kehormatan. Tidakkah engkau lihat ! Harimau-harimau hutan itu ditakuti dan disegani ketika mereka diam, sedangkan anjing di jalan raya banyak yang dilempari kerana selalu mengonggong.

11. Keutamaan Orang Pendiam

Aku menganggap diam sebagai perniagaan. Meskipun tak ada untungnya, paling tidak aku tak merugi. Diam ibarat barang niaga yang membawa banyak keuntungan bagi pemiliknya.

12. Sang Dermawan

Jika kamu tidak boleh bersikap dermawan, maka ingatlah bahawa hari-harimu yang telah berlaku tak akan kembali. Bukankah tanganmu boleh mengepal dan membuka ? Apa yang boleh kau harapkan ketika kau sendirian tatkala bumi mencengkam dirimu dengan kuku besinya ? Saat itulah tentu, engkau berharap untuk dapat kembali ke dunia, padahal hari-hari itu tak akan pernah kembali.

13. Ciri-ciri Orang Warak

Seorang yang memiliki sifat warak, tak akan mempedulikan kejelekan orang lain, kerana disibukkan oleh aibnya sendiri, ibarat orang sakit, ia tak mungkin menghiraukan penyakit orang lain, kerana sibuk memperhatikan penyakitnya sendiri.

14. Mengendalikan Nafsu

Yaqut Al-Hamawiy berkata bahawa pada suatu hari ada seorang yang datang kepada Imam Syafi’e seraya membawa lembaran bertulis : “Tanyakanlah kepada mufti Mekah dari keturunan Hasyim, apakah yang dia lakukan ketika sedang sangat marah kepada seseorang.”

Imam Syafi’i lalu menuliskan sesuatu di bawah pertanyaan itu: Tekanlah nafsunya, kendalikan amarahnya dan hendaklah bersabar dalam menghadapi setiap persoalan.

Pembawa lembaran itu kemudian datang kembali sambil membawa tulisan yang baru sebagai jawapan fatwa Imam Syafi’e. “Bagaimana mungkin dia dapat menekan nafsunya pada saat nafsu itu telah menjadi pembunuh dan setiap hari ada saja halangan yang merintanginya?”

Imam Syafi’e menjawab lagi: Jika dia tidak mahu bersabar atas derita yang menimpanya, maka tidak ada jalan lain baginya, kecuali hidup berhiaskan tanah.

15. Menyimpan Rahsia

Bila seseorang membuka rahsia peribadinya di depan orang banyak, kemudian dia mencela orang lain, maka orang tersebut dianggap tidak waras. Bila dia merasa dadanya sempit akibat rahsia peribadinya, maka ketahuilah bahawa dada tempat menyimpan rahsia tersebut lebih sempit lagi.

16. Hiasan Diri

Jagalah dirimu dan hiasilah dirimu dengan budi pekerti yang mulia ! Nescaya engkau akan hidup sejahtera, dan tutur kata orang-orang terhadapmu akan menjadi indah.

Janganlah memusuhi manusia, kecuali dengan sikap ramah. Nescaya akan ada yang menolongmu dan sahabat akan mengasihimu.

Tidak baik mencintai orang yang berwajah banyak (munafik) kerana ia akan mengikut arah angin ke manapun angin itu bertiup.

Apakah erti banyak kawan jika mereka tidak menolong di waktu kita susah.

17. Sikap Lembut

Aku mengenali banyak orang, tetapi aku tidak pernah merasa dengki kepada mereka. Itulah sebabnya mereka sayang padaku. Bagaimana mungkin seseorang akan berlemah lembut kepada seorang pendengki, bila pendengki itu tidak menghendaki sesuatu apapun selain hilang nikmat dari orang tersebut.

18. Menjaga Diri

Jagalah dirimu baik-baik, nescaya isterimu akan menjaga dirinya dengan baik. Hindari perbuatan keji yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim. Zina itu ibarat hutang, jika kau lakukan, maka isterimu dan anak-anakmu yang akan membayarnya. Renungkanlah.

19. Menjaga Lidah

Jagalah lidahmu kawan ! Agar ia tidak menyengatmu, kerana lidah tidak ubahnya ular berbisa. Banyak orang binasa akibat perbuatan lidah, padahal dulu mereka dihormati kawan-kawannya.

20. Rahsia Peribadi

Jika hidupmu ingin selamat dari nista, agama mulia, dan hartamu terjaga, jangan sekali-kali engkau buka rahsia peribadi seseorang. Kerana semua orang mempunyai rahsia peribadi, dan mereka juga mempunyai lidah.

Tetapi jika kedua matamu terbeliak mencari keaiban, biarkanlah. Katakan saja : “Hai mataku ketahuilah bahawa semua manusia punya mata.” Pergaulilah manusia dengan baik, tampakkan keramahan kepada manusia, dan layanilah mereka denagn baik. “

21. Menilai Diri Sendiri

Nilailah orang yang menilaimu dengan ukuran yang dipakainya waktu ia menilaimu. Siapapun yang datang dan berbaik hati padamu, sambutlah dengan hari lapang, dan siapa saja yang membencimu, layanilah. Kembalikanlah kepada Tuhan, kerana segala sesuatu yang datang kepadamu berasal daripadaNya.

22. Jika Akan Mulia Dengan Hidup Apa Adanya

Kubunuh sifat-sifat tamakku, maka tenanglah jiwaku. Jiwaku akan hina kalau aku tetap tamak. Kuhidupkan rasa puas yang telah lama mati, kerana dengan menghidupkannya harga diri dapat terjaga. Jika sifat rakus bersarang di hati seorang hamba, maka ia akan menjadi orang yang hina dina.

23. Diam Itu Lebih Baik

Tidak ada baiknya banyak bicara jika engkau telah mengetahui inti pembicaraannya. Bagi seseorang pemuda lebih baik diam daripada berbicara yang tidak pada tempatnya. Sebab, seseorang pemuda memiliki watak yang dapat dilihat dari raut mukanya.

24. Pahitnya Menjaga Kebaikan

Jangan engkau fikirkan kebaikan orang yang telah diberikan kepadamu. Pilihlah bahagian yang sesuai untukmu. Bersabarlah ! Sesungguhnya sabar itu perisai diri. Pemberian-pemberian orang lebih berat tanggunggannya di hati dibandingkan tusukan tombak.

25. Berpaling Dari Orang Bodoh

Berpalinglah dari orang-orang yang bodoh, kerana yang dikatakannya bermula dari kebodohannya. Tidak ada bahawa sungai Eufrat yang dalam itu, jika ada anjing yang menyeberanginya.

26. Mata Orang Yang Redha Itu Tumpul Terhadap Kesalahan

Mata orang yang redha seringkali tumpul terhadap semua keaiban. Tapi mata orang yang benci sering kali memusatkan kejelekan. Aku tidak takut kepada orang yang tidak takut kepadaku. Maka cintaku pun akan mendekat kepadanya. Dan jika cintanya menjauhi dariku, maka kita dapat hidup sendiri, apa lagi jika kita telah mati.

Doa sehari-hari buek kanti-kanti



1.Do’a Sebelum Makan

Allahumma baarik lanaa fiimaa razaqtana wa qinaa ‘adzaa-bannaari Bismillahirrahmaaniraahiimi.

Artinya : Ya Allah berkahilah kami dalam rezki yang telah Engkau limpahkan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa neraka. Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (HR. Ibnu as-Sani)

2. Do’a Sesudah Makan

Alhamdulillahilladzii ath’amanaa wa saqaanaa wa ja’alanaa muslimiina

Artinya : Segala puji bagi Allah Yang telah memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami muslim. (HR. Abu Daud)

Alhamdulilaahilladzi ath’amanii hadzaa wa razaqaniihi min ghayri hawlin minnii wa laa quwwatin.

Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan melipahkannya kepadaku tanpa daya dan kekuatanku. (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

3. Do’a Sebelum Tidur

Bismikallahhumma ahyaa wa bismika amuutu.

Artinya : Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati. (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Do’a Sesudah Bangun Tidur

Alhamdulillaahil ladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilayhin nusyuuru

Artinya : Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami. Kepada-Nya-lah kami akan kembali (HR. Bukhari)

5.Do’a Terkejut Bangun Dari Tidur

A’uudzu bikalimaatillahit tammaati min ghadhabihi wa min syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdhuruuni

Artinya : Aku berlindung dengan kalimah Allah yang sempurna dari kemarahan Allah dari kejahatan hamba-hamba-Nya dan dari gangguan setan dan dari kehadiran mereka (HR. Abu Daud dan Tir-middzi)

6.Do’a Mimpi Baik

Alhamudlillaahirrabbil ‘alamiina

Artinya : Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam (HR. Bukhari)

7.Do’a Mimpi Tidak Baik

Allaahumma innii a;uudzu bika min ‘amalisy syaythaani, wa sayyi’aatil ahlaami

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan setan dan dari mimpi-mimpi yang buruk (HR. Ibn as-Sani)

8.Do’a Sesudah Duduk Bangun Tidur

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka allahuma zidnii ‘ilman wa laa tuzigh qalbii ba’da idz hadaitanii wa hablii min ladunka rahmatan innaka antal wahhaabu.

Artinya : Tidak ada Tuhan melainkan Engkau, maha suci Engkau ya Allah, aku minta ampun kepada-Mu tentang dosa-dosaku, dan aku mohon rahmat-Mu tentang dosa-dosaku, dan aku mohon rahmat-Mu. Ya Allah, tambahlah ilmuku dan janganlah Engkau gelincirkan hatiku setelah Engkau memberi petunjuk kepadaku, dan karuniakanlah rahmat untuk-ku daripada-Mu, sesungguhnya Engkaulah yang maha Memberi. (HR. Abu Daud)

9.Do’a Menjelang Shubuh

Allaahumma innii a’uuzdu bika min dhiiqid dun-yaa wa dhiiqi yaumil qiyaamati.

Artinya : Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesempitan dunia dan kesempitan hari kiamat. (HR. Abu Daud)

10. Do’a Menyambut Datangnya Pagi

Ashbagnaa wa ashbahal mulku lillaahi ‘Azza wa jalla, wal hamdu lillaahi, wal kibriyaa’u wal ‘azhamatu lillaahi, wal khalqu wal amru wallailu wannahaaru wa maa sakana fiihimaa lillaahi Ta’aalaa. Allahummaj’al awwala haadzan nahaari shalaahan wa ausathahu najaahan, wa aakhirahu falaahan, yaa arhamar raahimiina.

Artinya : Kami telah mendapatkan Shubuh dan jadilah segala kekuasaan kepunyaan Allah, demikian juga kebesaran dan keagungan, penciptaan makhluk, segala urusan, malam dan siang dan segala yang terjadi pada keduanya, semuanya kepunyaan Allah Ta’ala. Ya Allah, jadikanlah permulaan hari ini suatu kebaikan dan pertengahannya suatu kemenangan dan penghabisannya suatu kejayaan, wahai Tuhan yang paling Penyayang dari segala penyayang.

Allahumma innii as’aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan thayyiban wa ‘amalan mutaqabbalan

Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang berguna, rezki yang baik dan amal yang baik Diterima. (h.r. Ibnu Majah)

11. Do’a Menyambut Petang Hari

Amsainaa wa amsal mulku lillaahi walhamdulillahi, laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu. Allahumma innii as’aluka min khairi haadzihil lailati wa khhaiiri maa fiihaa, wa a’uudzu bika min syarrihaa wa syarrimaa fiihaa. Allaahumma innii a’udzuu bika minal kasali walharami wa suu’il kibari wa fitnatid dun-yaa wa ‘adzaabil qabri.

Artinya : Kami telah mendapatkan petang, dan jadilah kekuasaan dan segala puji kepunyaan Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan malam ini dan kebaikan yang terdapat padanya dan aku berlindung dengan-Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang terdapat padanya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari malas, tua bangka, dan dari keburukan lanjut umur dan gangguan dunia dan azab kubur. (HR. Muslim)

Allaahumma anta rabbii, laa ilaaha illaa anta, ‘alaika tawakakaltu wa anta rabbul ‘arsyil ‘azhiimi, maa syaa’allahu kaana, wa maa lam yasya’ lam yakun. Laa haula wa laa quwwata illaa billahil ‘alliyyil ‘azhiimi. A’lamu annallaaha ‘alaa kuli syai’in qadiirun, wa annallahu qad ahaatha bukillin syai’in ‘ilman. Allahumma innii a’uudzu bika min syarri nafsii, wa min syarri kuli daabbatin anta aakhidzun bi naashiyatihaa. Inaa rabbii’alaa shiraathin mustaqiimin.

Artinya : Ya allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang lain kecuali Engkau, kepada-Mu aku bertawakkal, dan engkau adalah penguasa ‘Arasy Yang Maha Agung, apa yang dekehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya, tidak akan terjadi, tidak ada daya dan uapaya melainkan dengan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Besar. Aku mengetahui bahwa Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu, dan bahwa pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari kejahatan dariku, dan kejahatan setiap binatang yang melata yang Engkau dapat bertindak terhadapnya, sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.

12. Do’a Masuk Rumah

Assalaamu ‘alaynaa wa ‘ alaa ‘ibaadillahish shaalihiina. Allaahumma innii as-aluka khayral mawliji wa khayral makhraji. Bismillahi walajnaa wa bismillaahi kharahnaa wa ‘alallahi tawakkalnaa, alhamdulilaahil ladzii awaanii.

Artinya : Semoga Allah mencurahkan keselamatan atas kami dan atas hamba-hamba-Nya yang shalih. Ya Allah, bahwasanya aku memohon pada-Mu kebaikan tempat masuk dan tempat keluarku. Dengan menyebut nama-Mu aku masuk, dan dengan mneyebut nama Allah aku keluar. Dan kepada Allah Tuhan kami, kami berserah diri. Segala puji bagi Allah yang telah melindungi kami. (HR. Abu Daud)

13. Do’a Keluar Rumah

Bismilaahi tawakkaltu ‘alallahi wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahi.

Artinya : Dengan menyebut nama Allah, aku menyerahkan diriku pada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan selain dengan Allah saja. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

14. Do’a Menuju Masjid

Allaahummaj’al fii qalbii nuuran wa fii lisaanii nuuran waj’al fii sam’ii nuuran waj’al fii basharii nuuran waj’al min khalfii wa min amaamii nuuran waj’al min fawqii nuuran wa min tahtii nuuran. Allahumma a’thinii nuuran.

Artinya : Ya Allah, jadikanlah dalam qalbuku nur, dalam lisanku nur, jadikanlah dalam pendengaranku nur dan dalam penglihatanku nur. Jadikanlah dari belakang-ku nur dan dari depanku nur. Jadikanlah dari atasku nur dan dari bawahku nur. Ya Allah, berilah aku nur tersebut. (HR.Muslim)

15. Do’a Masuk Masjid

A’uudzu billahil ‘aliyyil ‘azhiimi. Wa biwajhihil kariimi, wa bisulthaanihil qadiimi minasy syaythaanir rajiimi alhamdu lillahi rabbil ‘aalamiina. Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammadin. Allaahumaghfirlii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatika.

Artinya : Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Besar. Dan demi wajah-Nya Yang Maha Mulia dan dengan kekuasaan-Nya Yang tak berpermulaan (berlindung aku) dari kejahatan syaitan yang terkutuk. Segala puji kepunyaan Allah Tuhan semesta alam. Ya Allah, sanjung dan selamatkanlah Nabi Muhammad saw. Dan keluarganya. Ya Allah, ampunilah segala dosaku dan bukakanlah bagiku segala pintu rahmat-Mu. (h.r. Abu Daud)

Allaahummaftah lii abwaaba rahmatika.

Artinya : Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu. (h.r. Muslim)

16. Do’a Keluar Masjid

Allaahumma innii as’aluka min fadhlika

Artinya : Ya Allah, aku memohon kepada-Mu karunia-Mu. (HR. Muslim, Abu Daud, an-Nasa’I dan Ibnu Majah)

17. Do’a Masuk WC

Allaahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khabaa’itsi.

Artinya : Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari syaitan besar laki-laki dan betina. (HR. Bukhari dan Muslim)

18. Do’a Keluar WC

Ghufraanaka. Alhamdulillaahil ladzii adzhaba ‘annjil adzaa wa’aafaanii.

Artinya : Ku memohon ampunan-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakitku dan telah menyembuhkan/menyelamatkanku. (HR. Abu Daud)

19. Sewaktu Bepergian

Allahumma bika asra’iinu wa ‘alayka atawakkalu. Allaahumma dzallil lii shu’uubata amrii wa sahhil ‘alayya masyaqqata safarii warzuqnii minal khayri aktsara mim maa athlubu washrif ‘ annii kulla syarrin. Rabbisyarahlii shadrii wa yassirlii amrii. Allaahumma innii astahfizhuka wa astawdi’uka nafsii wa diinii wa ahlii wa aqaaribii wa kulla maa an’amta ‘alayya wa ‘alayhim bihi min aakhiratin wa dun-yaa, fahfazhnaa ajma’iina min kulli suu’in yaa kariimu, da’waahum fiihaasubhaanakallahumma wa tahiyyatuhum fitha salaamun, wa aakhiru da’waahum ‘anil hamdu lilaahi rabbil ‘ aalamiiina, wa shallallahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa aalihii wa shahbihii wa sallama.

Artinya : Ya Allah, aku memohon pertolongann-Mu dan kepada-Mu aku menyerahkan diri. Ya Allah, mudahkanlah kesulitan urusanku dan gampangkanlah kesukaran perjalananku, berilah padaku rezeki yang baik dan lebih banyak dari apa yang kuminta. Hindarkanlah dariku segala keburukan. Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah segala urusanku.

Ya Allah, kumohon pemeliharaan-Mu dan kutitipkan diriku kepada-Mu, agamaku, keluargaku, kerabatku dan semua yang Engkau ni’matkan padaku dan kepada mereka, semenjak dari akhirat dan dunia. Peliharalah kami semua dari keburukan, Ya Allah Yang Maha Mulia. Do’a mereka (dalam surga) ialah : “Subhaanakallahumma” (artinya : Maha Suci Engkau ya Allah). Ucapan sanjungan mereka di dalamnya ialah : “Salaam” (artinya : keselamatan).

Dan akhir do’a mereka padanya ialah ” “Alhamdulillahi rabbil aalamiin”, (artinya : Segala puji bagi Allah Tuhan seantero alam). Dan semoga Allah menyanjung dan memberi keselamatan kepada Nabi Muhammad saw. Dan kepada keluarganya dan kepada sahabatnya, semoga Allah memberinya keselamatan. (Disebutkan oleh an-Nawawi)

20. Do’a Tiba di Tujuan

Alhamdulillaahil ladzi sallamanii wal ladzii aawaanii wal ladzii jama’asy syamla bii.

Artinya : Segala puji bagi Allah, yang telah menyelamatkan aku dan yang telah melindungiku dan yang mengumpulkanku dengan keluargaku.

21. Do’a Ketika Bercermin

Alhamdulillaahil ladzii sawwaa khalqii fa’addalahu wa karrama shuurata wajhii fahassanahaa waja’alanii minal muslimiina.

Artinya : Segala puji bagi Allah yang menyempurnakan kejadianku dan memperindah dan memuliakan rupaku lalu, membaguskannya dan menjadikan aku orang Islam. (HR. Ibnu as-Sani)

Allaahumma kamaa hassanta khalqii fahassin khuluqii

Artinya : Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pulalah akhlakku. (HR. Ahmad)

22. Do’a Ketika Hendak Berpakaian

Biismilaahirrahmaanirrahiimi. Allaahumma innii as-aluka min khayrihi wa khayri maa huwa lahu wa a’uudzubika min syarrihi wa khayri maa huwa lahu.

Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pakaian ini dan dari kebaikan sesuatu yang ada di pakaian ini. Dan aku berlindung pada-Mu dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan sesuatu yang ada di pakaian ini.

Alhamdulillahilladzii kasaanii hadzaa wa razaqaniihi min ghayri hawlin minnii wa laa quwatin.

Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah memakaikan pakaian ini kepadaku dan mengkaruniakannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku. (HR. Ibnu as-Sani)

23. Do’a Ketika Hendak Bersetubuh

Bismillaahi, allahumma jannibnasy syaythaana wa jannibisy syaythaana maa razaqtanaa.

Artinya : Dengan nama Allah, ya Allah; jauhkanlah kami dari gangguan syaitan dan jauhkanlah syaitan dari rezki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami. (HR. Bukhari)

24. Do’a Masuk Pasar

Bismillahi, allahumma innii as-aluka khayra haadzihiz suuqi wa khayra maa fiihaa, wa a’uudzu bika min syarri haadzihis suuqi wa min syarri maa fiithaa. Allahumma innii a’uudzu bika an ushiiba fiihaa yamiinaam faajiratan aw shafagatan khaasiratan.

Artinya : Dengan nama Allah ya Allah aku memohon pada-Mu kebaikan pasar ini dan kebaikan yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pasar ini dan dari keburukan yang ada didalamnya. Dan aku berlindung pada-Mu dari sumpah palsu dan dari suatu pembelian atau penjualan yang merugikan. (HR. Hakim)

Asma Ul Husna


NAMA NAMA ALLAH


Oleh: AsianBrain.com Content Team

Nama-nama Allah dapat kita temukan dalam al-Quran dengan sebutan Asma’ul Husna, sebagaimana yang tertera dalam surat berikut:

Allah memiliki Asma’ ul Husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama yang baik itu… (QS Al-A’raaf : 180)

Asma’ul husna adalah nama-nama Allah yang indah dan baik. Asma berarti nama dan husna berati yang baik atau yang indah. jadi, Asma’ul Husna adalah nama nama milik Allah ta’ala yang baik lagi indah.

Dengan berzikir menyebut nama Allah, insya Allah kita akan senantiasa menjadi orang yang dekat dengan-Nya. Kita boleh berzikir dengan nama Allah yang mana saja, termasuk juga dengan meminta/berdoa kepada Allah.

Kita bisa mengucapakan Ya Rahman, Ya Aziz, Ya Jabbar, Ya Muqtadir, dan lain sebagainya. Namun, hati-hati dengan literatur yang menyebutkan bahwa untuk mencapai tujuan tertentu, diharuskan membaca sebuah nama Allah dengan syarat-syarat tertentu, misalnya saja untuk mengalirkan rezeki kita diharuskan membaca asma Ya Razaqu sebanyak 1000X seusai shalat Isya selama seminggu. Hal seperti itu tidak dicontohkan oleh rasulullah. Salah-salah, dengan mengamalkan hal tersebut, kita terjeremus kepada kemusyrikan.

Seharusnya, yang baik adalah, berdoa kepada Allah dengan nama Allah yang mana saja, namun tanpa persyaratan berapa kali membacanya, atau persyaratan lainnya.

Karena inti doa adalah, permohonan kepada Allah semata, yang Maha Berkuasa atas segala hal dan Maha Penentu setiap kejadian. Maka, sepatutnyalah kita menyandarkan diri hanya kepada-Nya semata.

99 Nama-nama Allah (Asma’ul husna)


No NAMA ARTI
1 Allah -
2 Ar Rahman Yang Memiliki Mutlak sifat Pengasih
3 Ar Rahiim Yang Memiliki Mutlak sifat Penyayang
4 Al Malik Yang Memiliki Mutlak sifat Merajai/Memerintah
5 Al Quddus Yang Memiliki Mutlak sifat Suci
6 As Salaam Yang Memiliki Mutlak sifat Memberi Kesejahteraan
7 Al Mu`min Yang Memiliki Mutlak sifat Memberi Keamanan
8 Al Muhaimin Yang Memiliki Mutlak sifat Pemelihara
9 Al `Aziiz Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
10 Al Jabbar Yang Memiliki Mutlak sifat Perkasa
11 Al Mutakabbir Yang Memiliki Mutlak sifat Megah, Yang Memiliki Kebesaran
12 Al Khaliq Yang Memiliki Mutlak sifat Pencipta
13 Al Baari` Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
14 Al Mushawwir Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Membentuk Rupa (makhluknya)
15 Al Ghaffaar Yang Memiliki Mutlak sifat Pengampun
16 Al Qahhaar Yang Memiliki Mutlak sifat Memaksa
17 Al Wahhaab Yang Memiliki Mutlak sifat Pemberi Karunia
18 Ar Razzaaq Yang Memiliki Mutlak sifat Pemberi Rejeki
19 Al Fattaah Yang Memiliki Mutlak sifat Pembuka Rahmat
20 Al `Aliim Yang Memiliki Mutlak sifat Mengetahui (Memiliki Ilmu)
21 Al Qaabidh Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Menyempitkan (makhluknya)
22 Al Baasith Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Melapangkan (makhluknya)
23 Al Khaafidh Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Merendahkan (makhluknya)
24 Ar Raafi` Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Meninggikan (makhluknya)
25 Al Mu`izz Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Memuliakan (makhluknya)
26 Al Mudzil Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Menghinakan (makhluknya)
27 Al Samii` Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mendengar
28 Al Bashiir Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Melihat
29 Al Hakam Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menetapkan
30 Al `Adl Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Adil
31 Al Lathiif Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Lembut
32 Al Khabiir Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengetahui Rahasia
33 Al Haliim Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penyantun
34 Al `Azhiim Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Agung
35 Al Ghafuur Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pengampun
36 As Syakuur Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pembalas Budi (Menghargai)
37 Al `Aliy Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Tinggi
38 Al Kabiir Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Besar
39 Al Hafizh Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menjaga
40 Al Muqiit Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemberi Kecukupan
41 Al Hasiib Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Membuat Perhitungan
42 Al Jaliil Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia
43 Al Kariim Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemurah
44 Ar Raqiib Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengawasi
45 Al Mujiib Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengabulkan
46 Al Mujiib Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Luas
47 Al Waasi` Yang Memiliki Mutlak sifat Maka Bijaksana
48 Al Hakiim Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pencinta
49 Al Majiid Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia
50 Al Baa`its Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Membangkitkan
51 As Syahiid Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menyaksikan
52 Al Haqq Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Benar
53 Al Wakiil Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memelihara
54 Al Qawiyyu Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kuat
55 Al Matiin Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kokoh
56 Al Waliyy Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Melindungi
57 Al Hamiid Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Terpuji
58 Al Mushii Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengkalkulasi
59 Al Mubdi` Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memulai
60 Al Mu`iid Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengembalikan Kehidupan
61 Al Muhyii Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menghidupkan
62 Al Mumiitu Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mematikan
63 Al Hayyu Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Hidup
64 Al Qayyuum Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mandiri
65 Al Waajid Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penemu
66 Al Maajid Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia
67 Al Wahiid Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Esa
68 As Shamad Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
69 Al Qaadir Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70 Al Muqtadir Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Berkuasa
71 Al Muqaddim Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mendahulukan
72 Al Mu`akkhir Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengakhirkan
73 Al Awwal Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Awal
74 Al Aakhir Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Akhir
75 Az Zhaahir Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Nyata
76 Al Baathin Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Ghaib
77 Al Waali Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memerintah
78 Al Muta`aalii Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Tinggi
79 Al Barri Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penderma
80 At Tawwaab Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penerima Tobat
81 Al Muntaqim Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penyiksa
82 Al Afuww Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemaaf
83 Ar Ra`uuf Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pengasih
84 Malikul Mulk Yang Memiliki Mutlak sifat Penguasa Kerajaan (Semesta)
85 Dzul Jalaali Wal Ikraam Yang Memiliki Mutlak sifat Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86 Al Muqsith Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Adil
87 Al Jamii` Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengumpulkan
88 Al Ghaniyy Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Berkecukupan
89 Al Mughnii Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Kekayaan
90 Al Maani Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mencegah
91 Ad Dhaar Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Derita
92 An Nafii` Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Manfaat
93 An Nuur Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94 Al Haadii Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemberi Petunjuk
95 Al Baadii Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pencipta
96 Al Baaqii Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kekal
97 Al Waarits Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pewaris
98 Ar Rasyiid Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pandai
99 As Shabuur Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Sabar

Gunung Terbang

gunung terbang


Gunung terbang seperti awan

Gunung-gunung itu beterbangan di udara, lantas jatuh ke bumi menancapsehingga membuat bumi kita ini kokoh dan kuat.

QS An Naml 27:88 berbunyi: “Dan engkau lihat gunung-gunung, kau sangka mereka diam ditempat, padahal mereka terbang melayang seperti awan”.

Tafsir itu menyebutkan hal hari kiamat nanti. Tapi tahukan anda, bahwa gunung-gunung itu beredar bersama bumi mengelilingi matahari?

Cara Allah menyandingkan sifat gunung yang diam sekaligus terbang memerlukan tafsir ilmiah. Sains menemukan bahwa :

-Bumi kita ini sedang berputardengan kecepatan 1.670 kilometer perjam . Manusia yang berdiri di permukaannya tidak merasa bahwa sebetulnya dia tidak diam, tetapisedang melaju secepat peluru . Artinya gunung-gunung jugasedang melaju secepat itu.Padahaltampaknya diam dan berdiri kokoh.

-Pada saat yang sama, bumi juga melayang mengitari matahari dengan kecepatan lebih tinggi lagi, yaitu 108.000 kilometer perjam . Jadi manusian dan gunung –gunung yang tampak diam, sebenarnya sedang melesatenam puluh kali kecepatan peluru.

-Ternyata mataharijuga tidak berhenti . Dia sedang melaju dengan planet-planetnya mengitari pusat galaksi bima sakti dengan kecepatan720.000 kilometer perjam. Lebih dari 400 kali kecepatan peluru.

-Dan galaksi Bima Sakti bersama dengan 200 miliar bintang juga sedang melesatdengan kecepatan 950.000 kilometer perjammengarungi angkasa luar, Allahuakbar.

Mulai dari bentuk bumi yang bulat, kemiringannya yang 23,5 derajat , atmosfir yang tujuh lapis sebagai pelindung kehidupan, bumi yang berotasi (berputar pada diri sendiri) dengan kecepatan lebih dari 1.600 kilometer perjam, maupun kecepatan revolusi (mengitari matahari) yang cukup tinggi. Pernahkah terpikir di benak kita, jika kita sedang mengendaraisebuah “pesawat angkasa luar” yang sangat besar. Dimana kendaraanangkasa ini, kita tumpangi bersamadengan miliaran manusia,miliaran binatang dan tumbuh-tumbuhan . Ya, inilah planet bumi.

Bumi bukan sekedar pesawat angkasa luar seperti buatan manusia. Tetapi ia adalah sebuah “kendaraan canggih”yang memiliki fasilitas luar biasa. Didalam nya kita memperolehsegala yang kita inginkan untuk kelangsungan hidup. Mulai dari makanan, minuman, berbagai macam sumber energy, udara dan atmosfir yang ideal, dan segala macam fasilitas yang memungkinkan kita melangsungkan kehidupan sehingga menurunkan generasi-generasi selanjutnya , selama ribuan tahun.

Bumi, sebagai kendaraan angkasa luar sedang melaju di angkasasemesta dengan kecepatanyang sangat tinggi. Tak kurang dari 108.000 kilometer perjam. Sebuah kecepatan yang sangat tinggi. Cepat sekali, lebih dari lima kali kecepatanpesawat ulang alik buatan manusia, seperti pesawat ulang alik Challenger, Columbia atau Ariane, rata-rata kecepatannya barulah 20.000 kilometer perjam.

Untuk apa bumi ini melesat denga kecepatan sedemikian tinggi?. Ternyata, bumi sedang bergerak mengitari mataharipada jarak 150.000.000 kilometer. Dengan kecepatan tersebut, bumi bisa menyelesaikan putarannyaterhadap matahari, sekali putar dalam setahun atau 365 ¼ hari.

Kenapa bumi mesti mengitari matahari?, mengapa kok tidak diam saja?. Ya, kalau seandainya bumi berdiam diri , tidak berputar mengelilingi matahari, maka bumi kita ini sudah sejak lama mengalami kematiannya. Lho, kenapa? . Karena bumi akan tersedotmenuju matahari.Dan kemudian lenyap akan terbakardi dalam bola api raksasa itu. Putaran bumi mengelilingi matahari dengan kecepatan 108.000 kilometer perjamitu telah menghasilkan gaya sentrifugalyang melawan gaya tarik matahari secara seimbang. Karena keseimbangan tersebut, sehingga terjadilah kehidupan di permukaan bumi.Jika kecepatanbumilebih lambat sedikit saja, maka bumi ini dipastikanakan “jatuh” ke matahari dan kita semua dipastikan akan lenyap. Sebaliknya, kalau kecepatan bumi mengililingi matahari lebih cepat sedikit saja, maka bumi ini akan “terlepas”dari orbitnya. Bumi akan terlempar ke angkasa luar yang tidak bertepi. Dan kitapun akan lenyap di kedalaman langit. Ada suatu “Kekuatan” yang luar biasa dahsyat, yang terus menerus menjaga keseimbangan bumi berputar mengelilingi matahariitu. Bayangkan selama lima milyar tahunbumi terus berputardengan kecepatan yang seimbangdengan gaya tarik matahari. Seandainya “Kekuatan” tersebut lengah sedikit saja, maka hancurlah bumi kita, baik karena “tersedot” oleh matahari ataupun “lepas” dari orbitnya. Disini, kembali kita melihat bahwa ada suatu “kesengajaan”yang sangat jelas, bahwa bumi ini sengaja di desainuntuk tempat kehidupan manusia. Allah telah menjaga bumi untukterus bergerak mengitari matahari. Dan karena bergerak itu, maka bumi ini bisa tetap eksis. Pergerakan itu ternyata membutuhkan tenagayang sangat besarserta dengan ketelitian orbital yang sangat cermat. Jika tidak, maka kehidupan dimuka bumi ini tidak akan pernah terjadi.Kembali ke pesan QS An Naml 27:88 diatas, jelas, manusia, gunung-gunung dan benda-benda di bumi saat ini sedang melayang dengan kecepatan yang sangat berbahaya, hampir sejuta kilometer perjam. Setiap saat bisa terjadi tabrakan fatal dengan benda langit yang melintas. Tetapi manusia tidak merasakan gerakan itu. Manusia tidak khawatir apa-apa. Masih tenang-tenang saja berbuat maksiat. Astaghfirullaah hal adzim.

(Disadur dari tulisan Sdr.Ir. Rony Ardiyansyah, MT, Riau Pos tanggal 27 Maret 2009)

Kamis, 03 Juni 2010

Bayong

Keterangan gambar: Bundo Kanduang Rumah Godang Tontoruang

Bayong


Di nagari Tarung-tarung Rao, penyebutan atau memanggil teman, saudara atau orang yang lebih tua ada bahasa-bahasa tersendiri, seperti memanggil abang dengan panggilan “udo atau kakak”, memanggil nenek perempuan dengan panggilan “uci”. Kalau kita mendengar “ondak kemano abang?”, abang disini pengertiannya adalah menyapa teman yang sebaya atau yang lebih muda dari kita, yang artinya adalah engkau atau kamu. JIka ada saudara perempuan dari suami yang sebaya dengan isterinya , untuk memanggil uni atau kakak agak kaku karena sebaya tadi, maka saudara perempuan itu akan memanggil dengan panggilan “bayong”. Entah dari mana lah asal kata tersebut, tapi jika di uraikan mungkin berasal dari suku kata “mbak” dan “young”. Yang satu berasal dari bahasa Jawa yaitu Mbak yang berarti kakak, sedangkan yang satu lagi dari bahasa Inggris yaitu young yang berarti muda. Jadi Mbak Young bisa diartikan kakak yang muda, yang didalam bahasa sehari-hari orang Rao menjadi “bayong”. Mungkin saja benar dan mungkin juga tidak, tapi ini adalah sekedar analisa dan pemikiran kami saja, dan semoga menambah wawasan anak kemenakan urang kampung dari nagari Rao.

Anak Nagari

Keterangan gambar: anak kemenakan urang rumah godang tontoruang, di sumenayei

Anak Nagari

Di daerah Minangkabau ada disebutkan ada anak kandung, anak kemenakan, anak pisang, anak nagari. Anak nagari adalah penduduk asli dalam wilayah adat Minangkabau yang diturun-temurunkan dari rahim bundo kanduang. Anak nagari yang perempuan, tentu akan mendapatkan predikat yang nantinya dapat mengganti posisi bundo kanduang di rumah gadang, sedangkan bagi anak laki-laki akan jatuh soko maupun gelar dari mamak yang bersangkutan.

Disamping itu dapat juga seorang anak laki-laki di daerah minang selaku anak nagari, dapat diajukan sebagai pemimpin nagari yang disebut wali nagari.

Bagaimana penduduk nagari ?????????????.

Penduduk nagari adalah orang yang tinggal/berdomisili di dalam wilayah nagari di daerah Sumatera Barat yang haknya sebatas penduduk nagari yang tidak dapat menjadi wali nagari apalagi menjadi pemimpin adat atau datuak. Namun jangan kecewa bagi penduduk nagari ini, bisa saja menjadi pemimpin pemerintahan yang lebih tinggi seperti menjadi camat ataupun bupati, jadi jangan anda kecewa, berjuanglah anda untuk menjadi pemimpin yang lebih tinggi seperti bupati yang tahu akan adat dan tata krama nagari di minangkabau.

Rabu, 02 Juni 2010

Halo Dunia




Sapaan ini ditujukan kepada anak kemenakan dunsanak penduduk nagari Rao, yang berada dimana saja baik di nagari sendiri maupun d rantau. Blog ini bertujuan memberikan sedikit wawasan mengenai adat pantang larang buruk baik yang tumbuh di nagari Rao Indah yang kita cintai, sehingga anak kemenakan sado penduduk nagari jangan salah melangkah, batanyo kapado yang tahu seperti “Pusek jalo pumpunan ikan, tampek batanyo anak kemenakan”.