Senin, 27 September 2010

Baru di Aspal???







Kalaulah bulieh dikecekan........., ibukota "Negara" nogori Tontoruang itu adalah Koto Godang.



Karono disinun ado "Istana Negara" Rumah Godang Tontoruang yang di pimpin oleh "Kapala Negara alias Presiden" yang di sobuit Datuk Rang Kayo Basa.
Tapi.....sojak jamen dolu-dolunyo........hinggo barulah kinen jalan monuju ka kampuang tosubuit......barulah di aspel.................



Padahal sojak jamen Soeharto dolu, lah di janjiken akan di aspal..........tapi jenji tingga jenji............., kalah Golkar di kampuang tu di buek oleh P3, lah di alieh ke pulo proyek jalen tosobuit ko tompek lain.............ntahlah......ntahlah....
Tapi alhamdulillah............., pas kami barado di kampuang pado tanggal 8 Agustus 2010 yang lalu, karono kami waktu itu sodang mangunjungi umak kami karono akan manyambuit atau mamasuki bulan suci romodhon, pokorjaan pengaspalan jalen itu solosai alhamdulillah.



Dengan solosai nyo jalen itu,..........kampuang jadi borosieh, jikok moangkek hasil panen padi dari sawah............ monjadi mudah.

Minggu, 26 September 2010

Rumah Tuo



Topmpek botoduh adalah rumah. Rumah adolah tompek urang so koum bakumpua. Bagi koum suku ampu, yang Uci Onai kami, rumag nyo tolotak di Koto Godang Tontoruang Rao Kabupaten Pasaman. Kami moncatet hanyo limo gonerasi dari Uci Onai kami, yaitu, Uci Onai, anaknyo Halimah, Anaknyo Syafrida, Anaknyo Maya, anaknyo Gerri.
Tapi rumah tuo suku ampu inilah lamo indo di tompeti oleh kelurganyo karono, anak cucunyo lah monompeti rumah nyo masiang-masiang, ado di simpang ompek, ado arah jalan ko kampuang potani/soriak, ado yang di daerah kobaru.

Sabtu, 18 September 2010

Walimah Pernikahan

Akad nikah merupakan acara kunci dalam pernikahan. Pada intinya akad nikah adalah upacara keagamaan untuk pernikahan antara dua insan manusia. Melalui akad nikah, maka hubungan antara dua insan yang saling bersepakat untuk berumah tangga diresmikan di hadapan manusia dan Tuhan.

Sedangkan tempat nikah, umumnya dilakukan pada tempat-tempat sebagai berikut:

* Dalam ruangan masjid (dengan resiko mempelai wanita tidak diperbolehkan mengikuti prosesi acara ini jika sedang mengalami haid)
* Di rumah mempelai wanita (lebih disukai)
* Di rumah mempelai pria (jika kediaman mempelai wanita dirasa kurang pas)
* Atau di gedung alokasi tempat nikah yang di tata sedemikian rupa untuk keperluan akad nikah tersebut.

Sedangkan rukun nikah menurut agama Islam, ada 5 poin, yakni:

1. Calon mempelai pria
2. Calon mempelai wanita
3. Wali mempelai wanita
4. Saksi, minimal 2 orang
5. Ijab & kabul

Ijab & kabul merupakan ucapan dari orangtua/wali mempelai wanita untuk menikahkan putrinya kepada sang calon mempelai pria. Ijab kabul sebenarnya bukan hanya dikenal dalam upacara akad nikah, tetapi juga dalam jual beli. Yakni ketika si penjual dan pembeli melakukan transaksi dan kesepakatan. Mungkin kata lainnya yang lebih mudah adalah ucapan sepakat antara kedua belah pihak. Orang tua mempelai wanita melepaskan putrinya untuk dinikahi oleh seorang pria. Sedangkan mempelai pria menerima mempelai wanita untuk dinikahi.

Pemilihan bahasa untuk pengucapan ijab & kabul diputuskan oleh sang calon mempelai pria. Di beberapa adat suku Indonesia, penggunaan bahasa Arab dirasakan lebih utama ketimbang bahasa Indonesia. Meskipun pemilihan bahasa sama sekali tidak berpengaruh terhadap keabsahan ijab & kabul akad nikah. Barangkali pemilihan bahasa lebih dipengaruhi oleh budaya dan harga diri.

Ijab Kabul dalam bahasa, yaitu pernyataan ijab kurang lebih sebagai berikut:

Saya nikahkan engkau, xxxx bin yyyy dengan ananda xxxx binti yyyy , dengan mas kawin zzzz dibayar

Pernyataan di atas harus segera dijawab oleh calon mempelai pria, tidak boleh ada jeda waktu yang signifikan (sehingga bisa disela dengan pengucapan kabul oleh pihak selain calon mempelai pria), yaitu:

Saya terima nikahnya xxxx binti yyyy dengan mas kawin tersebut dibayar

Contoh

Nama-nama di bawah ini merupakan contoh yang sengaja dipilih untuk memudahkan pemahaman artikel

* Calon mempelai pria : Sri Marcos Tobing
* Ayah mempelai pria : Widoyo Wido Wiratmo
* Calon mempelai wanita : Arieffy Syafati
* Ayah mempelai wanita : Syafril

Ijab yang diucapkan Bp. Syafril ingin menikahkan putrinya sendiri (tanpa diwakilkan):

Saya nikahkan engkau, Sri Markos Tobing bin Widoyo Wido Wiratmo, dengan putri saya, Arieffy Syafati binti Syafril dengan mas kawin 26 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai ...

Maka, Sri Markos Tobing harus mengucapkan kabul (menjawab) dengan segera (kalau bisa dalam satu nafas):

Saya terima nikahnya, Arieffy Syafati binti Syafril dengan mas kawin tersebut tunai.

Setelah Sri Markos Tobing mengucapkan kabul, para saksi mengecek apakah pengucapan ijab dan kabul ini tidak diselingi oleh pernyataan lain. Dengan kata lain, ucapan ijab dari wali mempelai wanita dengan kabul dari mempelai pria harus sambung menyambung tanpa putus, tanpa ada jeda. Jika para saksi menganggap ijab dan kabulnya sambung menyambung, maka biasanya mereka menetapkan bahwa akad nikah yang barusan dilakukan adalah sah, dengan mempertimbangkan terpenuhinya persyaratan rukun nikah.

Apabila calon mempelai pria memutuskan untuk menggunakan bahasa Arab untuk ijab & kabul, maka yang perlu diingat adalah lafadz kabul yang harus diucapkan sebagai berikut:

qabiltu nikakhaha wa tazwijaha bil-mahril-madzkur haallan

Acara ini dilaksanakan apabila dalam prosesi akad nikah, mempelai wanita tidak disandingkan dengan mempelai pria. Alias sang mempelai pria ketika melakukan ijab kabul dengan sang ayah mertua, belum dipertemukan dan melihat sang mempelai wanita. Sebagian adat mensyaratkan hal ini dengan berbagai pertimbangan. Sehingga mempelai wanita dipersiapkan sedemikian rupa untuk dilihat oleh suaminya yang sah. Bahkan mempelai pria sama sekali tidak diperbolehkan mengintip mempelai wanita beberapa hari sebelum pernikahannya.ok juga.!

Namun hal di atas tidak berarti bahwa mempelai pria sama saja membeli kucing dalam karung. Hanya pada saat acara akad nikahnya saja, mempelai pria tidak boleh melihat calon istrinya. Meskipun tidak menutup kemungkinan sang calon istri mengintip calon suaminya. Tentu saja sebelumnya kedua calon mempelai harus diperkenalkan terlebih dahulu satu sama lain, sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulullah saw. TETAPI DI ZAMAN SEKARANG INI, SEBAIKNYA SETELAH IJAB KABUL DAN SEBELUM PENGUCAPAN JANJI OLEH MEMPELAI PRIA MAKA SEBAIKNYA MEMPELAI WANITA DIPANGGIL DAN DI DUDUKKAN BERSAMA.

Hal-hal yang penting:

* Calon mempelai wanita tidak harus disandingkan dengan calon mempelai pria ketika mengucapkan ijab kabul.
* Yang paling utama adalah pengucapan ijab oleh Wali (mempelai wanita), yang dijawab dengan kabul oleh calon mempelai pria.
* Alat solat bukanlah mas kawin yang resmi, sebagai simbol pihak mempelai pria meminang mempelai wanita. Merupakan bagian dari budaya Indonesia untuk menunjukkan dan menasihati kepada mempelai wanita untuk taat beribadah.
* Sebaiknya mas kawin memiliki nilai nominal yang cukup signifikan bagi pihak mempelai pria sebagai simbol tanggung jawab menjadi pemimpin keluarga. Misalnya perhiasan emas, uang tunai, dsb, yang sebenarnya sangat bergantung dari permintaan calon mempelai wanita agar rela dinikahi oleh calon mempelai pria.
* Bagi calon mempelai pria yang memiliki keterbatasan ekonomi, mas kawin dapat dihutang atau dicicil. Tidak harus dibayar tunai pada saat itu juga.
(dikutip dari id.wikibooks.org)

Selasa, 24 Agustus 2010

Rencana Pernikahan

Untuk kebahagian anak-anak kami, disini ayah download dari blog Sanggar Seni Siti Nurbaya, untuk menjadi pedoman rencana kita.
Koleksi Baru Busana Pengantin Minang
Koleksi Baru Busana Pengantin Minang



Busana Pengantin Minang dalam Nuansa Kombinasi Warna Hitam dan Emas, memberikan kesan serasi dan elegan, cocok untuk Resepsi di Malam Hari.

Duh.. Cantiknya Pengantin Minang
Pengantin Puteri (Anak Daro) tampil dengan anggun dalam balutan Busana Pengantin Minang naunsa Merah kombinasi Emas, koleksi Sanggar Siti Nurbaya.

Pengantin mengabadikan Hari Bahagia mereka dengan penuh kemesraan.
Duh.. Cantiknya Pengantin Minang
Pengantin Puteri (Anak Daro) tampil dengan anggun dalam balutan Busana Pengantin Minang naunsa Merah kombinasi Emas, koleksi Sanggar Siti Nurbaya.

Pengantin mengabadikan Hari Bahagia mereka dengan penuh kemesraan.

Special Thanks to Mbak Dian dan Mas Susila

Graha Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Minggu, 29 Nopember 2009

Akad Nikah di Depan Pelaminan di Gedung
Rangkaian acara Akad Nikah akan lebih indah, teratur dan nyaman jika dilaksanakan di Gedung. Indah karena dihiasi latar belakang Dekorasi Pelaminan yang sudah terpasang. Teratur karena ruangan yang luas tersedia. Nyaman karena sudah dilengkapi ruangan ber AC. Acara dapat dimulai dengan Serah Terima Calon Pengantin Pria, Rangkaian Ijab Qobul, Penyerahan Mas Kawin, Pemasangan Cincin, dst.
Special Thanks to Mbak Dian dan Mas Susila

Graha Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Minggu, 29 Nopember 2009
Busana Pengantin Minang dalam Nuansa Kombinasi Warna Hitam dan Emas, memberikan kesan serasi dan elegan, cocok untuk Resepsi di Malam Hari.

Kirab Manten Ala Minang di Graha Samudera Bumimoro

Kirab Manten Ala Minang di Graha Samudera Bumimoro




Dengan alunan suara biola nan merdu, membawakan lagu special pilihan Anak Daro dan Marapulai, mereka dipandu memasuki ruangan utama Graha Samudera Bumimoro oleh Silvy, Ning Surabaya, puteri dari Bapak Sumarzen Marzuki yang merupakan seorang gadis berdarah Minang. berjalan penuh keanggunan membawa Carano yang berisikan daun Sirih dengan kelengkapannya, memandu kedua mempelai dan keluarga menuju ke singasana pelaminan yang sudah terbentang. Sungguh sebuah perjalanan akhir masa remaja yang indah untuk dikenang selamanya.

Dengan alunan suara biola nan merdu, membawakan lagu special pilihan Anak Daro dan Marapulai, mereka dipandu memasuki ruangan utama Graha Samudera Bumimoro oleh Silvy, Ning Surabaya, puteri dari Bapak Sumarzen Marzuki yang merupakan seorang gadis berdarah Minang. berjalan penuh keanggunan membawa Carano yang berisikan daun Sirih dengan kelengkapannya, memandu kedua mempelai dan keluarga menuju ke singasana pelaminan yang sudah terbentang. Sungguh sebuah perjalanan akhir masa remaja yang indah untuk dikenang selamanya.

, 2007
, 2007





Pelaminan Minang dapat dimodifikasi dalam berbagai warna sesuai dengan keinginan Anda.
Pilihan warna emas dengan kombinasi merah dan perak (sliver) dengan kombinasi ungu memberikan kesan tersendiri di hari bahagia Anda.


Pelaminan Minang dapat dimodifikasi dalam berbagai warna sesuai dengan keinginan Anda.
Pilihan warna emas dengan kombinasi merah dan perak (sliver) dengan kombinasi ungu memberikan kesan tersendiri di hari bahagia Anda.

Tari Pasambahan Minang

Tari Pasambahan Minang




Kedatangan Pengantin Minang, biasanya datang dengan payung kebesaran, disambut secara adat, baik dengan Pencak Silat maupun dengan Tari Pasambahan. Tari Pasambahan tersebut dimaksudkan sebagai ucapan selamat datang dan ungkapan rasa hormat kepada Tamu Agung yang baru saja sampai. Setelah tari Pasambahan, dilanjutkan dengan suguhan Daun Sirih di Carano kepada Pengantin Pria, sebagai wakil dari rombongan. Daun Sirih lengkap di carano tersebut juga dapat disuguhkan kepada Kedua Orang Tua Pengantin yang mengiringi di barisan belakang.


Kedatangan Pengantin Minang, biasanya datang dengan payung kebesaran, disambut secara adat, baik dengan Pencak Silat maupun dengan Tari Pasambahan. Tari Pasambahan tersebut dimaksudkan sebagai ucapan selamat datang dan ungkapan rasa hormat kepada Tamu Agung yang baru saja sampai. Setelah tari Pasambahan, dilanjutkan dengan suguhan Daun Sirih di Carano kepada Pengantin Pria, sebagai wakil dari rombongan. Daun Sirih lengkap di carano tersebut juga dapat disuguhkan kepada Kedua Orang Tua Pengantin yang mengiringi di barisan belakang.


Jumat, 16 Juli 2010

Arah Kiblat

Berikut ada website yang bisa menunjukkan arah kiblat. Web tersebut adalah http://rukyatulhilal.org/qiblalocator/index.html.

Cara penggunaannya:

Drag pada area peta di web tersebut menggunakan mouse menuju lokasi yang diinginkan. Atau ketik nama kota, privinsi, negara yang akan dicari arah kiblatnya lalu tekan tombol "Cari". Gunakan zoom + dan - untuk mendekatkan lokasi.

Arah kiblat dinyatakan dengan Garis Merah dari lokasi yang dicari. Anda juga dapat memilih tampilan dalam bentuk Peta, Citra Satelit maupun Peta Hibrid.

Bila bangunan masjid memang tidak sama, tidak usah membongkar bangunan masjid, cukup dirubah shof atau posisi sajadahnya.

Berikut contoh tampilan image beberapa masjid dilihat dari satelit dan tanda arah kiblatnya:

Masjid Istiqlal Jakarta

Kamis, 15 Juli 2010

Wilayah Minangkabau





Wilayah Minangkabau menurut Barih Balabeh Tambo Adat Minangkabau :



Dahulu di Minangkabau tidak memiliki hukum positif, yang ada hanya hukum rimba ” Siapo Kuek Siapo malendo, siapo tinggi siapo manimpo” kemudian oleh dua orang bijak iaitu Datuak Katumanggungan dan Datuak Parpatiah nan Sabatang membuat sebuah perangkat Hukum Adat dan Suku agar diperoleh Perdamaian dalam Nagari dimana “nan lamah dilinduangi dan keadilan bagi semua anak negeri. Agar mudah mengawasinya dibuatlah ukuran untuk baik atau buruk suatu tindakan atau perbuatan “Di ukua jo jangko, dibarih jo balabeh, dicupak jo gantang, dibungka jo naraco, disuri jo banang”. Minangkabau adalah nama bagi suatu etnis yang terdapat di Indonesia dengan budaya, bahasa, kawasan dan suku bangsa dengan nama yang sama juga iaitu Minangkabau, yang dari segi topografi kawasan Minangkabau ini dilintasi dataran tinggi Bukit Barisan yang memanjang dari Utara ke Selatan dan melintang dari pantai Barat hingga dataran rendah pulau Sumatera Tengah.

Wilayah Minangkabau dapat dipahami dalam dua hal :

1. Menurut Pengertian Budaya yaitu suatu wilayah yang didukung oleh sebuah masyarakat yangkompleks, yang bersatu dibawah naungan PERSAMAAN ADAT dan FALSAFAH HIDUP sebagai KESATUAN GEOGRAFIS, HISTORIS, KULTURIS, POLITIS dan SOSIAL EKONOMI.

2. Menurut Pengertian Geografis iaitu suatu kesatuan wilayah yang terdiri dari DAREK dan RANTAU dimana Darek meliputi wilayah sekitar Dataran Tinggi Bukit Barisan, Lembah dan Perbukitan disekitar Gunung Singgalang, Merapi, Sago dan Tandikat yang disebut sebagai daerah Luhak nan Tigo, edangakan RANTAU terbagi atas RANTAU PESISIR BARAT yang memanjang dari Utara ke Selatan sepanjang daerah sekitar pantai Barat Sumatera Tengah yangdisebut juga sebagai PASISIA PANJANG sedangkan RANTAU PESISIR TIMUR adalah wilayah yang dialiri oleh sungai-sungai besar Batanghari, Indragiri, Kampar, Tapung Siak dan Rokan yang disebut sebagai RANTAU PESISIR TIMUR.

Secara umum disebutkan bahwa daerah Minangkabau terdiri atas 4 bahagian :

1. Darek : Daerah Luhak nan Tigo dengan Tiga Gunuang Marapi, Singgalang dan Sago

2. Pasisia : Daerah Sepanjang Pantai Barat Sumatera Tengah sejak perbatasan Bengkulu sekarang (Muko-Muko), Pesisir Selatan Painan, Padang, Pariaman, Pasaman hingga perbatasan Sumatera Utara bagian Barat Sibolga dan Gunuang Sitoli

3. Rantau : Daerah Aliran sungai yang bermuara ke Selat Malaka dan Laut Cina Selatan

4.Rantau nan Sambilan : Negeri Sembilan di Semenanjung Tanah Melayu-Malaysia sekarang Batas Wilayah Adat Minangkabau sebagaimana disebut dalam Adat Barih Balabeh Minangkabau iaitu Adat Limbago dalam nagari, Tambo Adat Minangkabau “Jauah nan buliah ditunjuakkan, dakek nan buliah dikakokkan, sabarih bapantang lupo satitiak bapantang ilang, kok ilang tulisan di Batu, di Limbago tingga juo, nan Salareh Batang Bangkaweh, Salilik Gunuang Marapi Saedaran Gunuang Pasaman Sajajaran Sago jo Singgalang sahinggo Talang jo Gunuang Kurinci, dari Sirangkak Nan Badangkang hinggo Buayo Putiah Daguak sampai ka Pintu Rajo Ilia jo Durian di takuak rajo sampai Kurinci Sandaran Aguang, Sipisakisau Anyuik, Si Alang Balantak Basi, hinggo Aia Baliak Mudiak, sampai ka Ombak Nan Badabua, sa iliran Batang Sikilang, hinggo Lauik Nan Sa didiah, ka Timua Ranah Aia Bangih, Rao sarato jo Mapa sampai Tunggua jo Gunuang Malintang, taruih ka Pasisia Banda Sapuluah, inggo Taratak jo Aia Itam, sampai ka Tanjuang Simalindu, taruih ka Pucuak Jambi Sambilan Lurah.disabuik pulo Luhak nan Tigo Lareh nan Duo, partamo Luhak Tanah Data duo Luhak Agam tigo bilangan jo Luhak Limopuluah, tiok Luhak dibari Bapangulu, urang nan basa dalam luhak, rancak kato dek mufakat elok nagari dek pangulu, mano pulo Lareh Nan Duo partamo Koto Piliang duo Lareh Bodi Caniago, itu nan saparentah daulat Pagarayuang nan diganggam taguah dipacik arek, kok diliek pulo tantang pado Rantaunyo, kurang aso duopuluah, tiok rantau dibari ba Rajo, Rajo Puatin Tiang panjang Rajo Nagari Pulau Punjuang, Rajo Gamuyang Gunuang Sahilan sarato Nan Dipituan Nagari Basyrah jo Rajo Sumbayang Nan Dipituan Luhak Singingi, Urang Gadang Datuak Rajo Sadio Rajo Kinali, Nan Dipituan Rajo Munang Rajo Rao Aia Bangih, Rajo Sungai Pagu Muaro Labuah, Rajo Lubuak Bandaro Rajo Rambah Rokan Kubu, Datuak Rajo Bandaro Rajo Lindai Tapuang, Sutan Gasib Rajo Siak, Datuak Tanah Data jo Datuak Pasisia sarato Datuak Limo Puluah jo Datuak Kampar Urang Gadang Pakanbaru, sahinggo Rajo Tambilahan, Rajo Rengat sarato Rajo Asahan itu nan disabuik Pagangan Arek Ameh Manah Daulat Pagaruyuang.

Keterangan:

* Salilik Gunuang Marapi

* Iaitu daerah Luhak nan Tuo Tanah Datar, Luhak nan Tangah Agam dan

Luhak nan Bongsu Limo Puluah Koto.

* Si rangkak nan badangkang

* Negeri asal di lembah lereng Merapi Pariangan Padang Panjang.

* Buayo Putiah Daguak

* Sekitar Pesisir Selatan / Indopuro

* Pintu Rajo Ilia

* Perbatasan daerah Rejang Bengkulu

* Durian Ditakuak Rajo

* Daerah Jambi arah ke sebelah barat

* Si Pisak Pisau Anyuik

* Daerah Indragiri Hulu hingga perbatasan Gunung Sahilan

* Si Alang Balantak Basi

* Seputaran Gunung Sahilan hingga Kuantan Singingi – Simandolak

* Aia Babaliak Mudiak

* Daerah Kampar Pesisir Timur dimana waktu musim pasang, arus Selat

Malaka membawa gelombang besar yang disebut Bono

* Ombak Nan Badabua

* Pesisir dan pulau2 di lautan Hindia

* Sa iliran Batang Sikilang

* Daerah di seputaran Batang Sikilang

* Gunuang Mahalintang

* Daerah Perbatasan dengan Mandailing Tapanuli Selatan

* Rao jo Mapa Tunggua

* Daerah Rao sampai ke Daratan Sumatera Tengah bagian Timur dan Selatan – Tapung Kiri dan Tapung Kanan, Rokan Hulu, Petapahan, Mandau dan Rokan Kubu

* Pasisia Banda Sapuluah

* Daerah pantai barat ke arah utara dekat perbatasan Sibolga dan Gunuang Sitoli

* Aia Itam

* Daerah Dataran Rendah Sumatera Tengah yang warna rawa – air anak sungainya hitam

* Tanjuang Simalindu

Daerah sebuah tanjung sekitar aliran sungai yang menjorok ke daerah Pucuk Jambi sambilan Lurah

Pendahulu2 kita niniak muyang urang Minang dari satu generasi ke generasi berikutnya yang semakin berkembang itu selalu menganjurkan anak kemenakan nya untuk membuka areal baru membentuk taratak selanjutnya jika semakin ramai anak cucu tersebut dibentuk pulalah jorong jo kampung-dusun/desa jo nagari, disusun sesuai ketentuan iaitu minimum sudah ada “nan ba kaampek suku”, walaupun selalu berpindah2 dari satu wilayah ke wilayah lain dan selanjutnya menetap di kantong2 daerah yang lahannya subur dan ikan nya banyak untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan sejahtera dalam rangka mancarikan “nasi nan sasuok, pungguang nan tak basaok dan ameh nan sakauik” namun muyang2 kita itu tetap menjalin hubungan dengan daerah asal yang disebut dalam ketentuan adat:

Jauah cinto mancinto

Dakek jalang manjalang

Jauah mancari suku

Dakek mancari indu (induak)

Tidak jarang komunikasi ke Tanah Asal terputus karena sudah jauh dari pusat2 kelembagaan adat di Luhak nan tigo terutama Pusat Pemerintahan Adat Pagaruyung, bahkan terjebak dan terisolasi akibat perhubungan dan lalu lintas yang sulit terutama selama masa 350 tahun masa pembodohan oleh penjajah Belanda, hingga sudah beberapa generasi tidak lagi melihat tanah asal Tanah Leluhur sementara peradaban bertambah maju dan dinamis juga.

Senin, 12 Juli 2010

Satu ayat satu hari

Tulisan ini lebih menekankan pada aspek ilmiah (scientific) meskipun beberapa dasar yang dipakai adalah ayat Al-Qur’an dan Hadits. Dengan bantuan matematika sederhana (hanya dengan 11 persamaan), penulis berharap Al-Qur’an dapat dikhatamkan dengan waktu yang sistematis dan rapi. Mengkhatamkan (menyelesaikan) Al-Qur’an menjadi sangat penting bagi umat Islam apalagi akan datang bulan Ramadhan yang penuh keberkahan dan pahala beberapa hari lagi. Dasar mengapa Al-Qur’an lebih utama untuk dikhatamkan adalah karena ia menjadi amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT berdasarkan hadist H1 (lihat Appendix).

Struktur Kitab Al-Qur’an

Al-Qur’an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surat. Setiap surat terdiri atas beberapa ayat. Surat terpanjang berisi 286 ayat yaitu surat Al-Baqarah dan surat terpendek hanya memiliki 3 ayat yaitu surat Al-Kautsar. Total jumlah ayat dalam Al-Qur’an mencapai 6236 ayat di mana jumlah ini dapat bervariasi menurut beberapa pendapat, namun bukan disebabkan perbedaan isi melainkan hanya karena perbedaan cara menghitung jumlah ayat. Surat-surat yang panjang biasanya terbagi lagi atas beberapa sub-bagian yang disebut ruku’. Setiap ruku’ membahas tema atau topik tertentu [1]. Dalam artikel ini, tanpa bermaksud menyalahi pendapat ulama manapun, penulis mengikuti pendapat bahwa Al-Qur’an terdiri atas 6236 ayat, sehingga kita dapat membuat pernyataan matematika berikut

Al-Quran memiliki 6236 ayat. (1)

Di Indonesia, Al-Qur’an juga biasa dibagi menjadi 30 bagian dengan panjang sama yang dikenal dengan nama juz. Pembagian ini untuk memudahkan mereka yang ingin mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an dalam 30 hari (satu bulan). Pembagian lainnya yaitu manzil [1]. Al-Qur’an dibagi menjadi 7 bagian dengan tujuan penyelesaian bacaan dalam 7 hari (satu minggu). Kedua jenis pembagian ini tidak memiliki hubungan dengan pembagian subyek bahasan tertentu. Dengan demikian kita juga memiliki persamaan

Al-Qur’an dibagi menjadi 30 Juz (2)

atau

Al-Qur’an dibagi menjadi 7 manzil. (3)

Kecepatan Membaca

Menurut [1], ditinjau dari segi kebahasaan (etimologi), Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti “bacaan” atau “sesuatu yang dibaca berulang-ulang”. Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara’a yang artinya membaca. Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur’an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surat Al Qiyaamah (lihat Q1 pada Appendix).

Karena pemahaman di atas, membaca Al-Qur’an tidak sama dengan membaca buku lainnya. Untuk Al-Qur’an kita tidak bisa melakukan “membaca cepat” seperti misalnya yang disampaikan dalam [2], bahwa kecepatan rata-rata orang Indonesia dewasa adalah 175-300 kpm. Kpm adalah kata per menit yaitu jumlah kata yang dibaca, dibagi waktu yang dibutuhkan untuk membaca.

Membaca Al-Qur’an begitu istimewa sehingga bagi yang belum mahir mendapat pahala 2 kali lipat dan bagi yang sudah mahir akan bersama para malaikat di akhirat seperti yang disampaikan dalam hadits-hadist H2 dan H3 (lihat appendix):

Oleh karena itu disayangkan jika terhadap Al-Qur’an pun dilakukan “membaca cepat” seperti apa yang kita lakukan pada buku-buku biasa. Namun tidak dapat dipungkiri, bahwa kecepatan membaca Al-Qur’an akan mempengaruhi kecepatan pengkhataman-nya.

Dalam artikel ini, penulis mendefinisikan bahwa kecepatan membaca Al-Qur’an tidak didasarkan pada kpm (kata per menit) maupun apm (ayat per menit), tapi lebih kepada juz per jam, sehingga Al-Qur’an bisa dibaca beserta dengan maknanya karena secara psikologis satuan jam cukup longgar untuk memahami makna ayat dibaca. Dengan demikian kita bisa membuat persamaan matematika sebagai berikut

k = kecepatan membaca Al-Qur’an (juz/jam). (4)

Kesibukan dan Alokasi Waktu Membaca

Kendala utama yang juga merupakan “alasan tradisional” dalam mengkhatamkan Al-Qur’an adalah alasan sibuk. Beberapa kegagalan utama biasanya karena tidak adanya kedisiplinan dalam membaca. Bagimanapun juga, alokasi waktu untuk membaca Al-Qur’an harus direncanakan dalam setiap harian kita. Beberapa cara agar kita dapat disiplin dalam mengalokasikan waktu adalah sebagai berikut [3]:

1. Melatih diri dengan bertahap untuk misalnya dapat tilawah satu juz dalam satu hari. Caranya, misalnya untuk sekali membaca (tanpa berhenti) ditargetkan setengah juz, baik pada waktu pagi ataupun petang hari. Jika sudah dapat memenuhi target, diupayakan ditingkatkan lagi menjadi satu juz untuk sekali membaca.

2. Mengkhususkan waktu tertentu untuk membaca Al-Qur’an yang tidak dapat diganggu gugat (kecuali jika terdapat sebuah urusan yang teramat sangat penting). Hal ini dapat membantu kita untuk senantiasa komitmen membacanya setiap hari. Waktu yang terbaik menurut penulis adalah pada malam hari dan ba’da subuh.

3. Menikmati bacaan yang sedang dilantunkan oleh lisan kita. Lebih baik lagi jika kita memiliki lagu tersendiri yang stabil, yang meringankan lisan kita untuk melantunkannya. Kondisi seperti ini membantu menghilangkan kejenuhan ketika membacanya.

4. Memberikan iqab (hukuman) secara pribadi, jika tidak dapat memenuhi target membaca Al-Qur’an. Misalnya dengan kewajiban infaq, menghafal surat tertentu, dan lain sebagainya, yang disesuaikan dengan kondisi pribadi kita.

5. Diberikan motivasi dalam lingkungan keluarga jika ada salah seorang anggota keluarganya yang mengkhatamkan al-Qur’an, dengan bertasyakuran atau dengan memberikan ucapan selamat dan hadiah.

Dengan demikian kita perlu mendefinisikan satu faktor lagi yang mempengaruhi pengkhataman yaitu

a = alokasi waktu dalam sehari (jam/hari). (5)

Teori Akhir

Dengan persamaan (2), (4) dan (5), kita bisa mendefinisikan bahwa Al-Qur’an dapat dikhatamkan jika memenuhi persamaan berikut

30 = h.a.k, (6)

di mana h adalah faktor yang menunjukkan jumlah hari yang diperlukan dalam mengkhatamkan al-Qur’an (hari), a adalah alokasi waktu tilawah dalam sehari (jam/hari) dan k adalah kecepatan membaca dalam satu jam (juz/jam). Persamaan (6) juga bisa dimodifikasi untuk satuan lainnya misalnya sebagai ganti Juz dalam (4), bisa dipakai ayat dalam (1) sehingga menjadi

6236 = h.a.k, (7)

di mana k adalah kecepatan dalam satuan ayat/jam, faktor h dan a tetap.

Formula dan Realitas

Persamaan (6) ini bisa diuji sebagai berikut. Misalnya seseorang yang yang hampir tidak pernah belajar Al-Qur’an, sehingga kecepatan membaca k mendekati nilai nol (tapi tidak sama dengan nol), secara simbol matematika ditulis k –> 0+, maka meskipun a=24 jam/hari, nilai h akan menjadi
(8)

yang artinya bahwa diperlukan waktu yang sangat lama (= tak terhingga) bagi orang tersebut untuk mengkhatamkan Al-Qur’an. Hal yang sama (h tak terhingga) juga terjadi jika a mendekati nol (tapi tidak sama dengan nol), a–>0+, yang artinya hampir tidak pernah mengalokasikan waktu untuk membaca Al-Qur’an meski bisa/lancar membacanya (k tidak sama dengan nol).

Akan tetapi, barang siapa yang tidak pernah membaca Al-Qur’an sama sekali (yaitu k sama dengan nol), k–>0, sehingga (meski a=24 jam/hari) nilai h akan menjadi
. (9)

Jadi orang yang bersangkutan tidak pernah mengkhatamkan Al-Qur’an sampai kapanpun. Hal yang sama juga berlaku kepada orang yang tidak pernah mengalokasikan waktunya untuk membaca Al-Qur’an, a –>0, sehingga nilai h juga tidak ada (does not exist).

Persamaan (7) bisa dijadikan acuan jika pembaca ingin mengetahui berapa lama waktu yang diperlukan untuk melaksanakan Hadist H4 (lihat appendix). Jadi jika kecepatan (k) x alokasi waktu (a), sehingga k.a=1 ayat, maka total hari yang diperlukan untuk menyampaikan seluruh ayat adalah

(10)

Sebagai perbandingan dasar, bahwa nilai h pada persamaan (10) ini lebih kecil daripada waktu yang diperlukan oleh Allah SWT dalam menurunkan Al-Qur’an (lewat malaikat Jibril) kepada Nabi Muhammad SAW. Dipercayai oleh umat Islam bahwa penurunan Al-Qur’an terjadi secara berangsur-angsur selama 23 tahun (para ulama membagi masa turun ini menjadi periode Mekkah 13 tahun dan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun).

Nilai h pada persamaan (10) ini juga menjadi jawaban jika ada seseorang yang membaca Al-Qur’an hanya satu ayat per hari (a.k=1). Jadi setidaknya, waktu yang diperlukan untuk khatam adalah sekitar 17.32 tahun atau 17 tahun 4 bulan selama hidupnya.

Bagaimana Menggambar Grafik Pengkhataman ?

Untuk menggambarkan sebuah grafik yang mudah dipahami, sepertinya kita perlu merenungi pesan seorang ulama besar, Imam Syahid Hasan Al-Banna berikut ini.
“Usahakan agar Anda memiliki wirid harian yang diambil dari kitabullah minimal satu juz per hari dan berusahalah agar jangan mengkhatamkan Al-Qur’an lebih dari sebulan dan jangan kurang dari tiga hari”

Dengan dasar pesan beliau, misalnya, faktor h bisa di-set agar memiliki nilai minimal h = 3 dan maksimal h = 30. Untuk penentuan nilai h = 3, juga berlandaskan pada hadist H5 (lihat appendix).

Sedangkan untuk faktor a, kita bisa set dari a = 0 (tidak pernah mengalokasikan waktu untuk membaca) sampai a = 24 (dalam 24 jam, terus menerus membaca Al-Qur’an). Dengan nilai paramater di atas, kita bisa mendapatkan grafik k seperti ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Grafik kecepatan membaca Al-Quran beserta jumlah hari yang dicapai dan alokasi waktu yang diperlukan

Cara Membaca Grafik dan Membuat Rencana Pengkhataman

Gambar 1 menunjukkan beberapa kurva untuk k =1/4, 1/2, 1, 2 dan 3 juz/jam. Sebagai contoh dengan k=1 juz/jam, maka sesorang yang menginginkan khatam 2 kali selama ramadhan, harus mengalokasikan waktu a=2 jam per hari untuk tilawah. Jika hanya punya a=1 jam sehari untuk tilawah, maka paling cepat, ia akan khatam pada hari ke-30 (h=30).

Dengan persamaan (6), dapat dicari kecepatan minimal k_min, sehingga dengan alokasi waktu maksimal a=24 jam/hari Al-Qur’an dapat dikhatamkan dalam 3 hari (h=3), yaitu dengan kecepatan
. (11)

Demikianlah teori perhitungan matematika sedeharna dalam mengkhatamkan Al-Qur’an. Wallahu ‘alam bishawab. Semoga tetap bermanfaat.

Appendix:

H1: Dari Ibnu Abbas r.a., beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal” (HR. Tirmidzi)

Q1: “Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu), jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti bacaannya”.(75:17-75:18).

H2: Dari Aisyah ra, berkata; bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah.” (HR. Bukhari Muslim)

H3: “Dan orang yang membaca Al-Qur’an, sedang ia masih terbata-bata lagi berat dalam membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari Muslim)

H4: “Sampaikan dariku walaupun hanya satu ayat” ( HR. Ahmad, Bukhari dan Tarmidzi).

H5: Dari Abdullah bin Amru bin Ash, dari Rasulullah saw., beliau berkata, “Puasalah tiga hari dalam satu bulan” Aku berkata, “Aku mampu untuk lebih banyak dari itu, wahai Rasulullah” Namun beliau tetap melarang, hingga akhirnya beliau mengatakan, “Puasalah sehari dan berbukalah sehari, dan bacalah Al-Qur’an (khatamkanlah) dalam sebulan” Aku berkata, “Aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau terus malarang hingga batas tiga hari. (HR. Bukhari).

Tulisan di ambil dari blog kamusilmiah.com dan disarankan kepada pembaca untuk mengunjungi situs tersebut, terimakasih.

Senin, 05 Juli 2010

Terlaknatlah kau iblis





Memang Iblis, dasar iblis, tabiat iblis, Nauzubillah minzalik.......sampai ke ujung nafas manusia pun ia tetap memperdayakan manusia.
Tulisan ini diambil dari Kompasiana, agar menjadi iktibar bagi kita semua.
Syaitan dan Iblis akan sentiasa mengganggu manusia, bermula dengan memperdayakan manusia dari terjadinya dengan setitik mani hinggalah ke akhir hayat mereka, dan yang paling dahsyat ialah sewaktu akhir hayat yaitu ketika sakaratul maut. Iblis mengganggu manusia sewaktu sakaratul maut disusun menjadi 7 golongan.
Hadith Rasulullah SAW. menerangkan:
Yang bermaksud: “Ya Allah aku berlindung dengan Engkau daripada perdayaan syaitan di waktu maut.”

Golongan 1

Akan datang Iblis dengan banyaknya dengan berbagai rupa yang pelik dan aneh seperti emas, perak dan lain-lain, serta sebagai makanan dan minuman yang lezat-lezat. Maka disebabkan orang yang di dalam sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan loba kepada barang-barang tersebut, maka diraba dan disentuhnya barangan Iblis itu, di waktu itu nyawanya putus dari tubuh. Inilah yang dikatakan mati yang lalai dan lupa kepada Allah SWT inilah jenis mati fasik dan munafik, ke nerakalah tempatnya.

Golongan 2

Akan datang Iblis kepada orang yang didalam sakaratul maut itu merupakan diri sebagai rupa binatang yang di takuti seperti, Harimau, Singa, Ular dan Kala yang berbisa. Maka Apabila yang sedang didalam sakaratul maut itu memandangnya saja kepada binatang itu, maka dia pun meraung dan melompat sekuat hati. Maka seketika itu juga akan putuslah nyawa itu dari badannya, maka matinya itu disebut sebagai mati lalai dan mati dalam keadaan lupa kepada Allah SWT, matinya itu sebagai Fasik dan Munafik dan ke nerakalah tempatnya.

Golongan 3

Akan datang Iblis mengacau dan memperdayakan orang yang di dalam sakaratul maut itu dengan merupakan dirinya kepada binatang yang menjadi minat kepada orang yang hendak mati itu, kalau orang yang hendak mati itu berminat kepada burung, maka dirupai dengan burung, dan jika dia minat dengan Kuda pacu untuk berjudi, maka dirupakan dengan Kuda pacu (judi). Jika dia minat dengan dengan ayam sabung, maka dirupakan dengan ayam sabung yang cantik. Apabila tangan orang yang hendak mati itu meraba-raba kepada binatang kesayangan itu dan waktu tengah meraba-raba itu dia pun mati, maka matinya itu di dalam golongan yang lalai dan lupa kepada Allah SWT. Matinya itu mati Fasik dan Munafik, maka nerakalah tempatnya.

Golongan 4

Akan datang Iblis merupakan dirinya sebagai rupa yang paling dibenci oleh orang yang akan mati, seperti musuhnya ketika hidupnya dahulu maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu kepada musuh yang dibencinya itu. Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai mati Fasik dan Munafik, dan nerakalah tempatnya.

Golongan 5

Akan datang Iblis merupakan dirinya dengan rupa sanak-saudara yang hendak mati itu, seperi ayah ibunya dengan membawa makanan dan minuman, sedangkan orang yang di dalam sakaratul maut itu sangat mengharapkan minuman dan makanan lalu dia pun menghulurkan tangannya untuk mengambil makanan dan minuman yang dibawa oleh si ayah dan si ibu yang dirupai oleh Iblis, berkata dengan rayu-merayu “Wahai anakku inilah saja makanan dan bekalan yang kami bawakan untukmu dan berjanjilah bahwa engkau akan menurut kami dan menyembah Tuhan yang kami sembah, supaya kita tidak lagi bercerai dan marilah bersama kami masuk ke dalam syurga.”
Maka dia pun sudi mengikut pelawaan itu dengan tanpa berfikir lagi, ketika itu waktu matinya pun sampai maka matilah dia di dalam keadaan kafir, kekal ia di dalam neraka dan terhapuslah semua amal kebajikan semasa hidupnya.

Golongan 6

Akan datanglah Iblis merupakan dirinya sebagai ulama-ulama yang membawa banyak kitab-kitab, lalu berkata ia: “Wahai muridku, lamalah sudah kami menunggu akan dikau, berbagai ceruk telah kami pergi, rupanya kamu sedang sakit di sini, oleh itu kami bawakan kepada kamu doktor dan dukun bersama dengan obat untukmu.” Lalu diminumnya obat, itu maka hilanglah rasa penyakit itu, kemudian penyakit itu datang kembali. Lalu datanglah pula Iblis yang menyerupai ulama dengan berkata: “Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi nasihat agar kamu mati didalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana hakikat Allah?”
Berkata orang yang sedang dalam sakaratul maut: “Aku tidak tahu.”
Berkata ulama Iblis: “Ketahuilah, aku ini adalah seorang ulama yang tinggi dan hebat, baru saja kembali dari alam ghaib dan telah mendapat syurga yang tinggi. Cubalah kamu lihat syurga yang telah disediakan untukmu, kalau kamu hendak mengetahui Zat Allah SWT hendaklah kamu patuh kepada kami.”
Ketika itu orang yang dalam sakaratul maut itu pun memandang ke kanan dan ke kiri, dan dilihatnya sanak-saudaranya semuanya berada di dalam kesenangan syurga, (syurga palsu yang dibentangkan oleh Iblis bagi tujuan mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut). Kemudian orang yang sedang dalam sakaratul maut itu bertanya kepada ulama palsu: “Bagaimanakah Zat Allah?” Iblis merasa gembira apabila jeratnya mengena.
Lalu berkata ulama palsu: “Tunggu, sebentar lagi dinding dan tirai akan dibuka kepadamu.”
Apabila tirai dibuka selapis demi selapis tirai yang berwarna warni itu, maka orang yang dalam sakaratul maut itu pun dapat melihat satu benda yang sangat besar, seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi.
Berkata Iblis: “Itulah dia Zat Allah yang patut kita sembah.”
Berkata orang yang dalam sakaratul maut: “Wahai guruku, bukankah ini benda yang benar-benar besar, tetapi benda ini mempunyai jihat enam, yaitu benda besar ini ada di kirinya dan kanannya, mempunyai atas dan bawahnya, mempunyai depan dan belakangnya. Sedangkan Zat Allah tidak menyerupai makhluk, sempurna Maha Suci Dia dari sebarang sifat kekurangan. Tapi sekarang ini lain pula keadaannya dari yang di ketahui dahulu. Tapi sekarang yang patut aku sembah ialah benda yang besar ini.”
Dalam keraguan itu maka Malaikat Maut pun datang dan terus mencabut nyawanya, maka matilah orang itu di dalam keadaan dikatakan kafir dan kekal di dalam neraka dan terhapuslah segala amalan baik selama hidupnya di dunia ini.

Golongan 7

Golongan Iblis yang ketujuh ini Iblis terdiri dari 72 barisan sebab menjadi 72 barisan ialah karena dia menepati Iktikad Muhammad SAW bahwa umat Muhammad akan terbagi kepada 73 golongan (barisan). Satu golongan saja yang benar (ahli sunnah waljamaah) 72 lagi masuk ke neraka karena sesat.
Ketahuilah bahwa Iblis itu akan mengacau dan mengganggu anak Adam dengan 72 macam yang setiap satu berlain di dalam waktu manusia sakaratul maut. Oleh itu hendaklah kita mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia akan talkin Laa Ilaaha Illallah untuk menyelamatkan dirinya dari gangguan Iblis dan syaitan yang akan berusaha bersungguh-sungguh mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut.
Bersesuaian dengan sebuah hadith yang bermaksud: “Ajarkan oleh kamu (orang yang masih hidup) kepada orang yang hampir mati itu: Laa Ilaaha Illallah.” Semoga kita terhindari dari godaan syaitan dan iblis ketika kita menjelang hari kematian. Waulallahu’alam……

Jumat, 02 Juli 2010

Setrum aja........untuk atasi Impotensi




Ketidakmampuan mempertahankan ereksi alias impotensi merupakan momok bagi kaum pria. Berbagai upaya pun dilakukan untuk menyingkirkan masalah yang mengganggu "kejantanan" tersebut. Kini ada cara baru mengatasi impotensi, yakni dengan terapi gelombang kejut.

Terapi kejut dilakukan terutama untuk pasien impotensi yang sudah tidak mempan diatasi dengan obat-obatan, seperti Viagra atau Cialis. Dalam terapi ini, penis dialiri gelombang kejut. Pada umumnya, terapi ini dikerjakan untuk memecahkan batu ginjal atau memperbaiki fungsi pembuluh darah pada pasien jantung.

Memang ini baru percobaan awal. Namun, dari beberapa pasien yang mencoba, mereka menunjukkan keberhasilan. "Dengan gelombang kejut kita bisa mengatasi masalah yang terkait fungsi biologi. Setelah terapi, para pasien bisa ereksi lagi tanpa bantuan obat-obatan," kata Yoram Vardi, ahli saraf urologi dari Israel.

Pada hewan percobaan, gelombang kejut dalam insentitas rendah terbukti merangsang pertumbuhan pembuluh darah baru dari pembuluh lama. Oleh karena itu, Vardi dan timnya menduga, terapi ini bisa meningkatkan sirkulasi darah ke bagian penis.

Dalam percobaan pada manusia, para peneliti melibatkan 20 pria berusia 56 tahun yang mengalami disfungsi ereksi skala menengah selama tiga tahun. Pada setiap sesi, gelombang kejut diaplikasikan pada berbagai bagian yang berbeda dari penis.

"Kami menggunakan energi gelombang kejut yang sangat rendah daripada sebuah pijatan" kata Vardi. Setiap bagian berbeda dari penis mendapat gelombang kejut selama tiga menit. Terapi ini dilakukan dua kali dalam seminggu selama tiga minggu dan diulang setelah jeda tiga minggu.

Perbaikan ereksi yang signifikan terlihat pada 15 dari 20 pria. "Kami juga tidak melihat adanya efek samping dan terapi ini tidak menyebabkan sakit," katanya.

Kendati begitu, Vardi menekankan bahwa terapi ini tidak bisa diterapkan pada semua orang. Dalam penelitian ini para responden adalah pria yang mengalami impotensi karena gangguan sirkulasi darah.

Senin, 14 Juni 2010

Bulan Rajab


Bulan Rajab




Kita telah memasuki bulan Rajab. Bulan Rajab adalah salah satu bulan yang mulia.

Bulan Rajab merupakan starting awal untuk menghadapi Bulan Suci Ramadhan. Subhanallah, Rasulullah saw. menyiapkan diri untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan selama dua bulan berturut sebelumnya, yaitu bulan Rajab dan bulan Sya’ban. Dengan berdoa dan memperbanyak amal shalih.

Do’a keberkahan di bulan Rajab. Bila memasuki bulan Rajab, Nabi saw. mengucapkan, “Allaahumma Baarik Lana Fii Rajaba Wa Sya’baana, Wa Ballighna Ramadhaana. “Ya Allah, berilah keberkahan pada kami di dalam bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.”

Keutamaan Bulan Rajab
Untuk menambah wawasan para pembaca semua, tulisan ini kami ambil dari beberapa tulisan dalam blog, semoga dapat diambil hikmahnya.
Keterangan yang muktamad tentang bulan Rajab adalah bahwa bulan itu termasuk bulan-bulan yang dihormati, atau dalam Al-Qur’an disebut sebagai Asyhurul Hurum, yaitu, Muharram Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab.
Dalam bulan-bulan tersebut, Alloh Subhaanahu wa Ta'aala melarang peperangan dan ini merupakan tradisi yang sudah ada jauh sebelum turunya syariat Islam. Alloh Subhaanahu wa Ta'aala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَات وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ وَقَاتِلُواْ الْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Alloh adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Alloh di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Alloh beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS At-Taubah: 36)
Dari para ulama kalangan mazhab Asy-Syafi'i Rohimahulloh, Imam An-Nawawi Rohimahulloh berkomentar tentang puasa sunnah khusus di bulan Rajab, "Tidak ada keterangan yang tsabit tentang puasa sunnah Rajab, baik berbentuk larangan atau pun kesunnahan.
Namun pada dasarnya melakukan puasa hukumnya sunnah (di luar Romadhon). Dan diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab Sunan bahwa Rasulullah Shollalloohu 'Alayhi wa Sallam menyunnahkan berpuasa di bulan-bulan haram, sedang bulan Rajab termasuk salah satunya.
Adapun tentang keutamaan bulan Rajab, kebanyakan ulama mengatakan bahwa dasarnya sangat lemah, bahkan boleh dikatakan tidak ada keterangan yang kuat yang mendasarinya dari sabda Rasulullah Shollalloohu 'Alayhi wa Sallam.
Sayangnya, entah bagaimana prosesnya, justru sebahagian kaum muslimin berpendapat bahwa bulan Rajab memiliki berbagai keutamaan, sehingga umat Islam dianjurkan untuk melakukan ibadah-ibadah tertentu agar mereka dapat meraih fadhilah atau keutamaan tersebut.
Di antara contoh-contoh amalan-amalan yang sering dipercaya umat Islam untuk dilakukan pada bulan Rajab adalah:
1. Mengadakan shalat khusus pada malam pertama bulan Rojab.
2. Mengadakan shalat khusus pada malam Jum'at minggu pertama bulan.
3. Shalat khusus pada malam Nisfu Rajab (pertengahan atau tanggal 15 Rajab).
4. Shalat khusus pada malam 27 Rajab (malam Isra' dan Mi'raj).
5. Puasa khusus pada tanggal 1 Rajab.
6. Puasa khusus hari Kamis minggu pertama bulan Rajab.
7. Puasa khusus pada hari Nisfu Rajab.
8. Puasa khusus pada tanggal 27 Rajab.
9. Puasa pada awal, pertengahan dan akhir bulan Rajab.
10. Berpuasa khusus sekurang-kurang-nya sehari pada bulan Rajab.
11. Mengeluarkan zakat khusus pada bulan Rajab.
12. Umrah khusus di bulan Rajab.
13. Memperbanyakkan Istighfar khusus pada bulan Rajab.
Akan tetapi, semua pendapat tersebut tidak dapat dipegang, karena kalau kita jujur terhadap sumber-sumber asli agama ini, nyaris tidak satu pun amalan-amalan di atas yang berdasarkan kepada hadis-hadis yang Shohih.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik Rodhiyalloohu 'Anh. dijelaskan bahwa Rasulullah Shollalloohu 'Alayhi wa Sallam apabila memasuki bulan Rajab beliau senantiasa berdo’a:
“Allohumma Baarik Lanaa Fii Rojab Wa Sya’baan Wa Ballighnaa Romadhon”
(Yaa Alloh, Anugerahkanlah kepada kami barokah di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan) (HR Ahmad dan Bazzar).
Sayangnya hadis ini menurut Ibnu Hajar tidak kuat. Sedangkan hadis-hadis yang lainnya yang berkaitan dengan keutamaan-keutamaan bulan Rajab, tak ada satu pun hadis yang dapat dijadikan hujjah. Misalnya hadits yang bunyinya:
“Rajab adalah bulan Alloh, Sya`ban adalah bulanku (Rasulullah Shollalloohu 'Alayhi wa Sallam ) dan Ramadhan adalah bulan ummatku”
Hadits ini oleh para muhaddits disebutkan sebagai hadits palsu dan munkar. Dr. Yusuf Al-Qaradawi menyebutkan bahwa para muhadditsin telah mengatakan kemungkaran dan kepalsuan hadits ini dalam fatwa kontemporer beliau.
Dalam kitab Iqthidha Shiratil Mustaqim, Ibnu Taimiyah Rohimahulloh berkata, “Tidak ada satu keterangan pun dari Nabi Shollalloohu 'Alayhi wa Sallam berkaitan dengan keutamaan bulan Rajab, bahkan keumuman hadis yang berkaitan dengan hal tersebut merupakan hadis-hadis palsu.” (Iqthidha Shirathil Mustaqim, 2/624)
Ibnu Hajar Al-Asqolani Rohimahulloh secara khusus telah menulis masalah kedho'ifan dan kemaudhu'an hadits-hadits tentang amalan-amalan di bulan Rajab. Beliau menamakannya: Taudhihul Ajab bi maa Warada fi Fadhli Rajab.“ Di dalamnya beliau menulis, “Tidak ada satu keterangan pun yang menjelaskan keutamaan bulan Rajab, tidak juga berkaitan dengan shaumnya, atau pun berkaitan dengan shalat malam yang dikhususkan pada bulan tersebut. Yang merupakan hadis shahih yang dapat dijadikan hujjah.”
Dengan demikian, sebenarnya tidak ada satu keterangan pun yang dapat dijadikan hujjah yang menunjukkan tentang keutamaan bulan Rajab. Baik itu berkaitan tentang keutamaan shaum di bulan tersebut, shalat pada malam-malam tertentu atau ibadah-ibadah yang lainnya yang khusus di lakukan pada bulan Rajab.
WAllohu a'lam bishshawab, Wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(Pendapat ditulis: oleh Sdr. Ahmad Sarwat, Lc.)

Jumat, 11 Juni 2010

Kelebihan hari Jum'at


Kelebihan hari Jum'at





Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sangat
memuliakan hari ini, menghormatinya, dan
mengkhususkannya untuk beribadah dibandingkan
hari-hari lainnya. Di antara keistimewaan hari Jum'at
adalah;

1. Ia adalah hari raya/ hari besar yang berulang

Maka tidak diperbolehkan puasa khusus pada hari itu,
tanpa didahului oleh puasa sebelum maupun sesudahnya,
Agar berbeda dengan Yahudi. Juga agar tubuh merasa
kuat untuk melaksanakan ibadah pada hari Jum'at
seperti shalat, do'a dan yang lainnya.





Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
"Sesungguhnya hari Jum'at adalah 'ied (hari raya),
maka jangan jadikan hari raya kalian untuk berpuasa,
kecuali bila kalian puasa sebelum dan sesudahnya".
(HR. Ahmad dalam al-Musnad 15/157, hadits 8012, syech
Ahmad Syakir mengatakan: sanadnya shahih.

2. Ia bertepatan dengan hari bertambahnya kenikmatan
di
sorga

Yaitu hari saat seluruh penghuni sorga dikumpulkan di
Lembah yang luas, dan dibuatkan bagi mereka
mimbar-mimbar dari mutiara, emas, dan mimbar dari
zamrud, dan permata diatas bukit pasir dari kasturi
mereka lalu melihat Allah Subhanahu Wata'ala, dengan
mata kepala mereka (nyata)..
Dan orang yang paling cepat bertemu dengan Allah
adalah mereka yang dulu juga bersegera datang ke
masjid, yang paling dekat dengan Allah pada hari itu,
adalah mereka yang dulu paling dekat (duduknya) dengan
imam (pada hari Jum'at). (Zaadul Ma'aad 1/ 63,64).

Dalam sebuah hadist panjang yang diriwayatkan oleh
Anas, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
bersabda, " ¡¦tidak ada kerinduan yang dirasakan oleh
penduduk sorga melebihi kerinduan mereka kepada hari
Jum'at, agar mereka dapat melihat Tuhannya Subhanahu
Wata'ala, dan kemulian-Nya. Karena itu, hari itu
disebut "yaumul mazid". (HR. Ibnu Abi Syaibah dan yang
lainnya, lihat shahih at-targhib wa at-tarhiib (1/291)
hadits 694.


3. Pada hari itu ada saat dikabulkannya do'a.

Yaitu saat dimana Allah akan memberikan apa saja yang
diminta oleh hamba-Nya yang muslim. Di dalam kitab
Shahih al-Bukhari Muslim terdapat sebuah hadits yang
diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallu 'anhu ia
berkata :
Rasullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
"Sesungguhnya pada hari Jumat ada waktu yang apabila
seorang muslim shalat bertepatan dengannya lalu ia
meminta kepada Allah maka akan dikabulkan permintaanya
" dan Rasullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
mengisyaratkan dengan tangannya bahwa waktu itu
sebentar. (HR.Bukhari{891}dan Muslim{879})

4. Membaca surat {aliflamim tanzil /surat
As-sajdah}dan{hal ata 'alal insan /surat Al-insan),
pada shalat subuh hari Jumat.

Rasullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga telah
melakukan hal tersebut {HR. Bukhori {891} dan
Muslim{879}}, Ibnu Taimiyah memberikan alasannya
dengan mengatakan :
"Sesungguhnya Rasullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
membaca surat ini pada shalat shubuh hari Jumat karena
di dalamnya terkandung penjelasan peristiwa yang telah
terjadi dan akan terjadi pada hari itu, kedua surat
ini mengandung penjelasan tentang peciptaan Adam,
tentang hari kebangkitan dan hari dikumpulkannya
manusia di padang mahsyar yang semua itu terjadi pada
hari jumat, membaca kedua surat ini pada hari Jumat
dapat mengingatkan manusia akan peristiwa yang telah
terjadi dan akan terjadi, sedangkan sujud tilawah pada
shalat ini hanya sebagai ikutan bukan dimaksudkan
sejak awal.

Ibnu al-Qayyim berkata : banyak orang yang tidak
mengerti mengira bahwa yang dimaksud dengan membaca
surat sajdah adalah pengkhususan sujud tambahan untuk
shalat fajar,dan mereka menamai sujud ini dengan sujud
Jum'at, jika seseorang tidak membaca surat sajdah maka
disunahkan membaca surat lain yang mengandung sujud.
{diantara ulama yang dapat dikutip pendapatnya
demikian adalah Ibrahim An-nakha'i, sebagaimana yang
dikatakan oleh Ibnu Hajar dari Ibrahim An-nakha'i
melalui sanad yang dikuatkan oleh Ibnu Abi Syaiba
bahwa Ibrahim An-nakha'i berkata, "Disunnahkan membaca
pada shalat shubuh hari jumat surat yang mengandung
sajdah." Melalui riwayat Ibnu Abi Syaibah juga bahwa
ia {Ibrahim An-nakha'i} telah membaca surat Maryam.}

Sedang melalui jalan Ibnu Aun ia berkata : mereka
membaca pada shalat subuh hari jumat surat yang
mengandung sajdah. Melalui riwayatnya ia menambahkan:
saya bertanya kepada Muhammad -Ibnu Sirin- tentang hal
itu { membaca surat yang mengandung sajdah} ia
menjawab : "tidak apa-apa."
Al-hafiz Ibnu Hajar mengatakan: hal ini telah
dilakukan sebagian ulama Kufah dan Basrah, maka
tidaklah pantas untuk mengatakanya batil { fathul
bahri 2/440}}.
Karena itu sebagian ulama memakruhkan membaca surat
sajdah terus-menerus pada sholat subuh hari jumat
untuk menghindari anggapan keliru orang-orang yang
tidak mengerti {Zadul Ma'ad {1/375}} lihat juga
pekataan Al-Hafiz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari{
/439,440}.



5. Disunnahkan untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi
Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada siang dan malam
harinya.

Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam, dari Anas:
"Perbanyaklah shalawat pada hari Jum'at dan malam
Jum'at." (HR Baihaqi dari Anas, dan dihasankan oleh
Arnauth, dan ia juga terdapat dalam Silsilah
al-Shahihah /1407).

Dan dari Aus Radhiallahu 'anhu dia mengatakan, bahwa
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bersabda:
"Sebaik-baik hari kalian adalah hari Jum'at: pada hari
itu Adam diciptakan, pada hari itu beliau diwafatkan,
pada hari itu sangkakala ditiup, pada hari itu manusia
bangkit dari kubur, maka perbanyaklah shalawat
kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan
diperlihatkan kepadaku", para shahabat bertanya:
"wahai Rasulullah, bagaimana diperlihatkan kepada
engkau sedangkan tubuh engkau sudah hancur (sudah
menyatu dengan tanah ketika sudah wafat), Beliau
menjawab: "sesungguhnya Allah Subhanahu Wata'ala
mengharamkan kepada bumi untuk memakan (menghancurkan)
jasad para Nabi". (HR, "al-Khamsah" kecuali
At-Tirmidzi, syech Al-bani mengatakan: sanadnya sahih,
kitab: "fadhlu ashalatu 'ala an-Nabi", hal 35).

Ibnu Al-qayyim berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam adalah sebaik-sebaik makhluk, hari Jum'at
adalah penghulunya hari, dan shalawat kepada Beliau
Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada hari ini (Jum'at)
adalah sebuah kekhususan untuk Beliau, di samping itu
ada hikmah lainnya bahwa setiap kebaikan yang
didapatkan oleh umat Beliau di dunia dan akhirat
adalah melalui tangan Beliau, maka Allah mengumpulkan
bagi umat Nabi Muhammad dua kebaikan dunia dan
akhirat, dan karamah yang paling besar yang mereka
dapatkan adalah pada hari Jum'at, karena pada hari itu
mereka dibangkitkan menuju rumah dan istana-istana
mereka di surga, hari Jum'at juga merupakan hari
penambahan kebaikan bila mereka masuk surga, hari
Jum'at merupakan hari raya buat mereka di dunia, pada
hari itu Allah Subhanahu Wata'ala, memenuhi permintaan
dan kebutuhan-kebutuhan mereka, yang meminta tidak
akan ditolak, demikianlah, mereka mengetahuinya dan
mendapatkannya karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam, maka bersyukur, berterima kasih kepadanya
dan memenuhi sedikit dari hak Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wasallam adalah dengan memperbanyak shalawat
kepada Beliau pada hari ini dan malamnya. (Zaadul
Ma'ad 1/376).

6. Disunnahkan membaca surat Kahfi pada hari Jum'at
dan malamnya.

Dari Abu Sai'id Al-Khudry, Rasulullah Shallallahu
'Alaihi Wasallam bersabda: "Orang yang membaca surat
Al-Kahfi pada hari Jum'at maka dia akan diterangi oleh
cahaya antara dua Jum'at" (HR. An-Nasai, al-Baihaqi,
dan Hakim, serta disahihkan oleh al-Albani dalam kitab
As-shahihah", 2651).

Dalam riwayatnya yang lain:
"Orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum'at,
akan muncul cahaya dari bawah kakinya menjulang sampai
ke langit yang meneranginya pada hari Kiamat, dan dia
akan diampuni antara dua Jum'at" (HR. al-Hakim,
al-Baihaqi, dan disahihkan oleh Arnauth, juga
diriwayatkan oleh Ad-Darimy dalam musnadnya (mauquf)
pada Abu Said dan para Rawinya seluruhnya terpercaya
(tsiqaat), dan seperti ini tidak mungkin berasal dari
pendapat mereka, jadi hukumnya adalah hukum "marfu'".
Dan ibnu Qayyim Rahimahullah mengatakan: Sa'id bin
mansyur menyebutkannya dari perkataan Abu Sa'id
al-khudry seperti itu juga (zaadul maad 1/378).
Ad-darimy meriwayatkannya dengan lafadz,
"Orang yang membaca surat kahfi pada malam Jum'at dia
akan diliputi cahaya antara dia dan baitul 'atiq."
{Disahihkan oleh syekh al-Albany dalam kitab "shahihul
jami' (6471)}.


7. Boleh shalat pada tengah hari (saat matahari tepat
diatas kepala) di hari Jum'at dan tidak boleh pada
hari-hari lainnya.

Ini adalah pendapat yang dipegang oleh Abu 'Abbas Ibnu
Taimiyah, berdasarkan hadits:
"Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum'at,
membersihkan badan dan bersuci, memakai minyak atau
memakai wewangian, kemudian dia keluar (untuk shalat
Jum'at), dia tidak memisahkan antara dua orang (tidak
duduk diantara dua orang yang sudah duluan duduk,
dengan memisahkan dua orang tersebut-pent), kemudian
dia shalat sesuai dengan yang disyari'atkan, kemudian
dia diam ketika Khatib berkhutbah, kecuali orang
tersebut akan diampuni dosanya antara Jum'at tersebut
dengan Jum'at yang akan datang. (HR. Bukhari, 2 /
308,309).
Ibnu Qayyim mengatakan: dia boleh shalat sesuai yang
telah dianjurkan, tapi dia tidak dianjurkan shalat
ketika Imam telah keluar dari tempatnya untuk
berkhutbah. (Zaadul Ma'ad, 1/378).

8. Perbuatan baik yang dilakukan pada hari itu
mendapat balasan khusus, dibandingkan hari-hari yang
lainnya.

Dari Abu Sa'id al-Khudry ia mengatakan, Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Lima perbuatan (amal), bila dilakukan oleh seseorang
dalam suatu hari, Allah Subhanahu Wata'ala akan
menulisnya sebagai penghuni sorga: menjenguk orang
sakit, melayat jenazah, berpuasa satu hari, menunaikan
shalat Jum'at, dan memerdekakan budak". (HR, Ibnu
Hibban dalam shahihnya, 713, dan dishahihkan oleh
al-Albany dalam kitab "Silsilatu Al-Ahadits
As-Shahihah" (As-shahihah)

Ibnu Qayyim mengatakan,
"Yang ke dua puluh tiga: hari Jum'at adalah hari yang
disunnahkan padanya meluangkan waktu untuk beribadah,
ia mempunyai keistimewaan dibandingkan hari-hari yang
lainnya dengan berbagai macam ibadah yang wajib maupun
yang sunnah, Allah Subhanahu Wata'ala telah menjadikan
bagi setiap millah (agama) satu hari khusus untuk
beribadah, dengan mengeyampingkan urusan duniawi,
sedang hari Jum'at adalah hari ibadah, ia dibandingkan
hari-hari yang lainnya seperti bulan Ramadhan
dibandingkan bulan-bulan lainnya dan didalamnya
terdapat saat dikabulkannya semua permohonan, bagai
malam lailatur qadar, karena itu orang yang benar
Jum'atnya dan selamat, maka akan selamat hari-harinya,
orang yang benar ramadhannya dan selamat, maka akan
selamat tahun-tahun yang dilaluinya, orang yang benar
ibadah hajinya dan selamat, maka akan selamat
sisa-sisa umurnya. Hari Jum'at merupakan barometer
mingguan, Ramadhan barometer tahunan, dan ibadah haji
adalah barometer kehidupan¡¦" (Zaadul Ma'ad 1/398).

Dalam kesempatan yang lain, beliau menyebutkan:
"Yang ke dua puluh lima: bersedekah pada hari itu
punya kekhususan dibanding hari-hari yang lainnya,
seperti kekhususan bersedekah pada bulan Ramadhan
dibanding bulan-bulan yang lainnya. Saya menyaksikan
syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -semoga Allah mensucikan
jiwanya- bila hendak berangkat melaksanakan ibadah
Jum'at, beliau membawa roti dan yang lainnya yang ia
miliki, kemudian beliau menyedekahkannya secara
diam-diam ¡¦Zaadul Ma'ad 1/407).

Dan disebutkan dalam kitab al-Mushannaf, dari Ibnu
'Abbas dari Ka'ab tentang hari Jum'at:
"dan sedekah pada hari itu paling mulia¡¦ibandingkan
dengan hari-hari yang lainnya." (Almushannaf 5558,
Arnaauth mengatakan perawinya orang-orang yang
terpercaya (tsiqaat), dan isnadnya shahih).

9. Pada hari itu akan terjadi hari kiamat, alam
semesta akan digulung dan dunia akan hancur, manusia
akan dibangkitkan, dan digiring ketempat mereka di
sorga atau neraka, pada hari ini seluruh makhluk
merasa takut kecuali manusia dan jin.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wasallam bersabda:
"Sebaik-baik hari selama matahari masih terbit adalah
hari Jum'at, pada hari itu Adam diciptakan, diturunkan
ke bumi, pada hari itu tobatnya diterima, dan pada
hari itu beliau diwafatkan, pada hari itu kiamat akan
terjadi, tidak ada satu-pun makhluk melata di muka
bumi kecuali bersuara pada hari Jum'at dari mulai
subuh sampai terbitnya matahari mereka takut (was-was)
akan terjadinya kiamat, kecuali manusia dan jin¡¦.
(HR. Abu Daud 1046, At-Tirmidzi 491, An-Nasa'i 1430,
disahihkan oleh Arnauth dan yang lainnya.

10. Orang yang berjalan untuk sholat Jum'at akan
mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan
pahala ibadah satu tahun shalat dan puasanya.

Hal ini berdasarkan hadits Aus bin Aus ra, ia berkata:
Rasulullah saw bersabda:


"Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera
berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan
kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia
ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu
tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah".
(HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh
Ibnu Huzaimah).

11. Neraka jahannam dinyalakan setiap hari, kecuali
hari Jum'at, sebagai penghormatan terhadap hari ini.
(Zadul Ma'ad: 1/387).

12. Wafat pada malam hari Jum'at atau siangnya adalah
tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah
(azab) kubur.

Diriwayatkan oleh Ibnu Amru ra, bahwa Rasulullah saw
bersabda:


"Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum'at atau
malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari
fitnah kubur". (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih
oleh Al-Bani).

13. Hari Jum'at merupakan hari "As-Syahid",

Allah Subhanahu Wata'ala bersumpah dengannya, dalam
surat Al-Buruuj ayat:3.


Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, dan hari
yang dijanjikan, dan yang menyaksikan dan yang
disaksikan. (QS. Al-Buruuj (85):1-3)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
"Al-yaumul mau'ud adalah hari kiamat, al-yaumul
mayshuud adalah hari 'arafah dan As-Syahid adalah hari
Jum'at. (HR At-Tirmidzi 3336 dalam kitab at-Tafsir,
beliau berkomentar bahwa hadits ini adalah hadits
hasan gharib, yang hanya berasal dari Musa bin
'Ubaidah, ia didhaifkan oleh Yahya bin Said dan yang
lainnya).

14. Shalat Jum'at

Ia merupakan keistimewaan yang paling agung untuk hari
ini.
Ibnu al-Qayyim mengatakan:
"Keistimewaan yang ketiga adalah: shalat Jum'at, salah
satu kewajiban yang amat penting dalam Islam dan
merupakan salah satu momen besar berkumpulnya kaum
muslimin, lebih besar dari momen-momen yang lainnya
kecuali momen 'Arafah. Orang yang meninggalkannya
karena menganggap enteng dan malas-malasan, Allah akan
mencap dan menutup hatinya, dan dekatnya penghuni
sorga pada hari kiamat dari Allah Subhanahu Wata'ala,
dan kemenangan mereka untuk datang pada yaumul mazid
tergantung kepada dekatnya orang tersebut pada hari
Jum'at dari Imam serta kesegeraan datangnya ke
masjid." (zaadul ma'ad 1/376)

Kamis, 10 Juni 2010

Mengapa membaca al Qur'an ketika kita tidak mengerti artinya?

Mengapa membaca al Qur'an ketika kita tak mengerti artinya?

Tulisan ini diambil dari blog Sdr.ALHABIB, dengan harapan kita tidak bosan-bosan membaca al Qur'an.
Baru saja saya membaca sebuah tulisan pada secarik kertas yang tertempel pada dinding kantor teman saya. Sebuah tulisan tua dari internet. Mungkin sebagian pengunjung sudah pernah membacanya, namun merupakan temuan baru bagi saya. Judulnya adalah: Why do we read quran, even when we do not understand even a single arabic word? Sebuah tulisan indah yang amat menyentuh hati yang saya coba terjemahkan dengan judul di atas: Mengapa membaca al Qur’an ketika kita tak mengerti artinya?

Alkisah, hiduplah seorang muslim tua bersama seorang cucunya di sebuah pegunungan di bagian timur Kentucky, Amerika. Sang kakek biasa membaca Qur’an selepas sholat shubuh setiap hari. Sang cucu berusaha meniru setiap tingkah laku kakeknya.

Suatu hari, ia bertanya: “Kek! Aku berusaha membaca Qur’an seperti dirimu tetapi aku tidak mengerti isinya. Jikapun ada sedikit yang kupahami, ia akan terlupakan setiap kali aku menutup kitab itu. Lalu, apa gunanya aku membacanya?”

Dengan perlahan sang kakek membalikkan badan dan berhenti dari memasukkan batu bara ke dalam tungku pemasak. Ia menjawab: “Ambillah keranjang ini, bawalah ke sungai di bawah sana dan bawakan untukku sekeranjang air!”

Sang cucu membawa keranjang hitam penuh jelaga batu bara tersebut ke sungai dan mengambil air. Namun air itu telah habis menetes sebelum sampai ke rumah. Sang kakek tertawa dan meminta sang cucu agar mencobanya sekali lagi: “Mungkin engkau harus lebih cepat membawa airnya kemari.”

Sang cucu berusaha berlari, namun tetap saja air itu lebih cepat keluar dari keranjang sebelum sampai ke rumah. Dengan terengah-engah ia pun mengatakan kepada sang kakek bahwa tidak mungkin mengambil air dengan keranjang. Sebagai gantinya ia akan mengambil air dengan ember.

“Aku tidak perlu satu ember air, yang kuinginkan adalah sekeranjang air!” jawab sang kakek. “Kau saja yang kurang berusaha lebih keras,” timpal sang kakek sambil menyuruhnya mengambil air sekali lagi. Sang kakek pun pergi ke luar rumah untuk melihat usaha sang cucu.

Kali ini sang cucu sangat yakin bahwa tidak mungkin membawa air menggunakan keranjang. Namun ia berusaha memperlihatkan kepada sang kakek bahwa secepat apapun ia berlari, air itu akan habis keluar dari keranjang sebelum ia sampai ke rumah. Kejadian yang sama berulang. Sang cucu sampai kepada kakeknya dengan keranjang kosong. “Lihatlah Kek! Tidak ada gunanya membawa air dengan keranjang.” katanya.

“Jadi, kau pikir tidak ada gunanya?”, sang kakek balik bertanya. “Lihatlah keranjang itu!” pinta sang kakek.

Ketika sang cucu memperhatikan keranjang itu sadarlah ia bahwa kini keranjang hitam itu telah bersih dari jelaga, baik bagian luar maupun dalamnya, dan terlihat seperti keranjang baru.

“Cucuku, demikianlah yang terjadi ketika engkau membaca al Qur’an. Engkau mungkin tidak mengerti atau tidak bisa mengingat apa yang engkau baca darinya. Namun ketika engkau membacanya, engkau akan dibersihkan dan mengalami perubahan, luar maupun dalam. Itulah kekuasaan dan nikmat Allah kepada kita!”

Sabtu, 05 Juni 2010

Optimalkan Otak......


Otak Kanan Dulu, Baru Otak Kiri

Tak bisa dipungkiri kalau aktivitas utama ngeblog itu ya menulis. Dan menurut saya menulis itu pekerjaan yang gampang-gampang susah (atau susah-susah gampang). Kalau lagi in the mood alias kebanjiran ide, kita bisa menulis kayak orang kesetanan. Tapi begitu mandek, bisa-bisa sebulan ga ada nulis postingan. Mas Jonru dalam bukunya yang berjudul “Menerbitkan Buku Itu Gampang” memberi sebuah tips yang menurut saya oke banget. Gunakan otak kanan dulu, baru otak kiri.

Seperti yang kita ketahui, otak kanan merupakan gudangnya kreativitas dan spontanitas. Sedangkan otak kiri adalah otak yang suka menganalisis dan banyak pertimbangan. Jadi ketika mulai menulis biarkan otak kanan dulu yang bekerja. Jangan menggunakan aturan ini itu, musti gini musti gitu. Tak perlu memperhatikan tata bahasa dan aturannya. Yang penting tulis dulu sampai selesai. Setelah itu istirahatkan otak kanan dan barulah giliran otak kiri yang bekerja. Mulailah memperhatikan tata bahasa yang sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan bacalah keseluruhan tulisan untuk memperhatikan hubungan antar kalimat secara utuh.

Ada sebuah test menarik yang saya ambil dari situs The Daily Telegraph, sebuah test yang menguji otak mana yang sedang Anda gunakan. Coba perhatikan gambar penari di bawah ini. Apakah Anda melihat penari tersebut berputar searah jarum jam? Ataukah malah sebaliknya?

Apabila Anda melihatnya berputar searah jarum jam, berarti Anda lebih banyak menggunakan otak kanan Anda, begitu juga sebaliknya. Nah setelah itu fokus dan cobalah merubah arah putaran untuk memberikan kesempatan kepada bagian lain otak Anda untuk bekerja. Ayo… Anda pasti bisa! :)

Kanan… Kiri… Kanan… Kiri… Kanan… Kiri…

Diambil dari blogg: andaka.com

Bangkitkan Tenaga Dalam


1. Nafas perut

Tekniknya tarik nafas lewat hidung, perut ikut mengembang…buang halus lewat hidung sambil perut dikempiskan sekempis-kempisnya. Agak ditekan sedikit ke dalam. Gak perlu tahan nafas, otomatis antara tarikan dan buang nafas ada jeda barang sedetik sih. Inget untuk selalu rileks…gak perlu pakai konsentrasi berlebihan, tp cukup pindahkan perhatian pikiran ke perut. Posisinya bisa duduk atau bersila. Sebisa mungkin jangan bersandar. Lakukan min sepuluh menit. Kalau dasarnya udah kuat entar ada hawa hangat di perut. Kalau dilakukan semakin lama ntar atmosfir udara di sekeliling loe berubah jd sejuk, agak2 dingin malah.
2. Nafas dada
Tarik nafas lewat hidung, dada yang mengembang/naik. Usahakan posisi perut tetap rata, jd udara gak terlalu banyak masuk ke perut. Tahan senyaman mungkin. Idealnya minimal 3 detik. Semakin lama semakin bagus, tp yang terpenting sesuai kesanggupan…loe ngerasa nyamannya berapa lama. Buang halus lewat mulut. Otomatis dada ikut mengempis. Usahakan semua otot tubuh rileks. Cukup pindahkan perhatian pikiran ke dada. Lakukan minimal 10 menit juga. Kalau ada rasa hangat di dada pertahankan fokus perhatian ke rasa hangat td.
3. Nafas diafragma
Tarik nafas lewat hidung, tp dada + perut sama2 ikut mengembang. Pindahkan fokus perhatian ke ulu hati. Biasanya ada sedikit terasa tekanan di daerah ulu hati. Tahan senyaman mungkin, lalu buang halus lewat mulut sambil mengempiskan dada+perut. Tetap rileks…Lakukan minimal 10 menit juga.

Jd urutan latihan seperti diatas, nafas perut, lalu pindah ke nafas dada, lalu langsung pindah ke nafas diafragma. Usahan perpindahan antar tiap nafas sesmooth mungkin, and tanpa putus. Setelah kelar, lakukan lg nafas perut dengan santai…fokuskan perhatian ke area solar plexus (antara pusar dan perut bawah). Lakukan sampai terasa hawa hangat di area ini, kalau terasa teruskan nafas perut minimal 5 menit lg. Kalau tidak terasa hawa hangat, cukup lakukan nafas perut sampai suhu tubuh normal atau hawa disekeliling menjadi sejuk. (umumnya dalam proses latihan td suhu tubuh meningkat sampai mengeluarkan keringat yang cukup banyak).
Ini harus dilakukan, untuk menyimpan tenaga dalam yang sudah bangkit td di solar plexus…

Setelah itu duduk/bersila, posisikan kedua telapak tangan di atas lutut dengan telapak tangan menghadap keatas. Niatkan menyerap energi alam dan ditampung di tangan td. Dengan berniat otomatis otak mengirimkan perintah ke tubuh untuk mempersiapkan diri menyerap energi. Setelah itu rasakan dikedua telapak tangan….ada sensasi energi tidak? Kalau ada cukup pertahankan fokus perhatian ke kedua telapak tangan, sampai terasa berat/hangat sekali. Bayangkan energi yang diserap td tertampung di kedua tangan dan membentuk bola energi…..Setelah cukup (pakai intuisi bro…) masukkan ke tubuh melalui ubun2. Caranya angkat kedua telapak tangan yang sudah ada bola energinya td ke atas ubun2…lalu gerakkan ke arah belakang kepala sambil berniat/membayangkan energi masuk dan menyebar ke seluruh tubuh. Ulangi min 5 kali….

Untuk yang tidak merasakan sensasi energi di telapak tangan pada saat melakukan penyerapan energi alam ini, silakan lakukan latihan kepekaan dasar berikut:

1. Gosok2 kan kedua telapak tangan perlahan-lahan, kemusian semakin lama semakin cepat sampai kedua telapak tangan terasa panas.
2. Setelah terasa panas, pisahkan kedua tangan dalam jarak +/- 25-30 cm, dalam posisi saling berhadapan di depan dada.
3. Fokuskan perhatian ke ruang kosong antara kedua telapak tangan, rasakan sensasi gelombang elektromagnetic yang terjadi.
4. Apabila terasa sensasi energi yang cukup kuat, jauhkan jarak antara kedua telapak tangan perlahan-lahan sambil tetap merasakan sensasi energi yang ada.
5. Tahan jarak kedua telapak tangan sampai maksimal +/- 60 cm. Kemudian dekatkan lagi perlahan-lahan.
6. Ulangi langkah 1-5 diatas beberapa kali.

Tips:

-Lakukan serileks mungkin, gak perlu terlalu dipaksakan. Tahan nafasnya cukup senyaman mungkin…sekuat loe deh! Kalau gak kuat 10 menit tiap nafas, boleh 5 menit-5 menit dulu…
-Usahakan pakai baju yang agak longgar, jangan memakai aksesoris apapun (jam tangan, cincin dll)
-Untuk latihan nafas lakukan dengan mata terbuka..untuk menghindari ada pengejangan di area otot wajah dan kepala, sehingga energi latihan tdk banyak yang tersalur ke area kepala dl…
-Untuk penyerapan energi alam bs dilakukan dalam kondisi mata tertutup, dan lakukan dengan pernafasan biasa atau nafas perut..(silahkan pilih yang lebih nyaman & rileks)

Warning :
- Untuk teknik Latihan Pernafasan Jangan disatukan, dimodifikasi dengan teknik latihan lain walaupun mirip. Pada teknik selanjutnya akan ada teknik membuka jalur energi yang apabila dikombinasikan bukan dengan teknik pernafasan diatas akan berakibat buruk bagi kesehatan.

Buku Tambo Minangkabau


Judul buku:
TAMBO MINANGKABAU, Budaya dan Hukum Adat
di Minangkabau

Penulis:
Ir. Edison M.S, SH, M.Kn
Nasrun Dt. Marajo Sungut

Kertas isi: HVS 70 gr.
Cover: Artpaper 270 gr.
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Jumlah hal.: xvi + 360 halaman

ISBN: 978-979-18327-1-7

Harga: Rp 60.000,-

Diterbitkan oleh:
Penerbit Buku Alam Minangkabau
”Kristal Multimedia”
Jln. Mangga No.5 Tangah Jua. Telp./Fax: (0752) - 33768
Bukittinggi 26131 - Sumatera Barat

ADAT MINANGKABAU salah satu dari budaya bangsa Indonesia, salah satu dari sembilan belas kelompok masyarakat hukum adat yang tercatat dalam hasil penelitian Profesor Van Vollen Hoven, peneliti keturunan Belanda. Karakteristik Budaya dan Hukumnya yang berbeda dari hukum adat lainnya (dengan tata kehidupan masyarakat Matrilinial), sangat menarik untuk dipelajari dan didalami oleh para peneliti Hukum Adat, bukan saja nasional tetapi juga dunia Internasional.
Membahas dan mendalami Budaya dan Hukum Adat Minangkabau berarti membawa kita kepada langgam masyarakat Melayu yang ungkapan bahasanya banyak dalam bentuk pepatah-petitih, pantun, mamang, peribahasa, kiasan-kiasan, yang tidak hanya diartikan secara eksplisit tetapi juga secara inplisit, personifikasi dari raso jo pariso sebagai tolok ukur budi bahasa pada masyarakat Minang itu sendiri. “Sungguhpun kawat yang dibentuk tapi ikan di laut yang dihadang”.
Penulis dalam buku ini mencoba mendeskripsikan Budaya dan Hukum adat di Minangkabau untuk dapat disimak dan dipahami secara konprehensif oleh para pembaca, baik budaya yang terus dipelihara di Ranah Minangkabau ataupun hukum-hukum adat yang tetap dipertahankan kelestariannya oleh segenap anak kemenakan Minang itu sendiri, baik yang masih tetap tinggal di tanah leluhur maupun yang meninggalkan tanah kelahiran menuju perantauan, adat yang tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk karena hujan. Sejarah para leluhur masyarakat Minang, kerajaan-kerajaan yang pernah memerintah di Ranah Minang, hak mewaris terhadap sako dan harta pusaka, sistem pengangkatan anak (adopsi) beserta hak dan kewajibannya, tata cara pengangkatan penghulu, syarat-syarat serta hak dan kewajiban penghulu, larangan dan pantangan bagi penghulu adat, mamak kepala waris, tanah ulayat, dikupas tuntas oleh penulis dalam buku ini.

**************************

******************************************
Seandainya buku ini tidak tersedia di toko buku silahkan pesan/konfirmasi lewat
no. 085965808124
Judul lain yang sudah terbit dapat dilihat di link: http://kristalmultimedia.blogspot.com

Buku Tambo Alam Minangkabau


Judul buku:
TAMBO ALAM MINANGKABAU, Tatanan Adat Warisan Nenek Moyang Orang Minang

Penulis:
Ibrahim Datoek Sanggoeno Diradjo

Kertas isi: HVS 70 gr.
Cover: Artpaper 270 gr.
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Jumlah hal.: xvi + 384 halaman

ISBN : 978-979-18327-0-0

Harga: Rp 60.000,-

Diterbitkan oleh:
Penerbit Buku Alam Minangkabau
”Kristal Multimedia”
Jln. Mangga No.5 Tangah Jua
Telp./Fax: (0752) - 33768
Bukittinggi 26131 - Sumatera Barat

ADAT dapat berjalan dengan baik kalau ada yang mempertahankannya. Adapun yang dapat mempertahankan adat tersebut adalah orang-orang yang menjadi pemilik adat itu sendiri serta petunjuk-petunjuk yang mengatur adat itu sehingga dapat dijaga dan dievaluasi perjalanannya.
Tatanan Adat Minangkabau diyakini dapat menjadikan masyarakatnya menjadi orang-orang yang berakhlak, berbudi pekerti yang luhur, menghindari segala sesuatu yang melanggar ketentuan adat kesopanan seperti berbuat maksiat, berjudi, merampok dan lain-lain perbuatan yang akan mengganggu harga diri keluarga. Apabila adat itu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari Insya Allah dapat memberikan keselamatan dan kesentosaan bagi masyarakatnya.
Adat Nan Sabana Adat merupakan adat Minangkabau yang paling asli yang menjadi dasar penyusunan untuk tingkat adat di bawahnya. Adat ini didasarkan kepada ajaran agama ciptaan Yang Maha Kuasa dan ajaran alam (Alam takambang jadi guru) sehingga akhirnya menjadi falsafah hidup orang Minang:
“Adat basandi syarak, Syarak basandi Kitabullah
Syarak mangato, Adat mamakai.”

**************************

*********************************
Sekiranya buku ini tidak tersedia di toko buku silahkan pesan/konfirmasi ke
No. 085965808124